Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Norma Dan Nilai Budaya Dalam Upaya Mewujudkan Desa Bersih Melalui Komunikasi Islam Rudi Salam; Sahrul; Mailin
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i1.1220

Abstract

This research aims to find out how the integration of cultural norms and values in an effort to realize a clean village through Islamic communication. This research uses a descriptive qualitative approach with field research method to deeply understand the phenomenon of the Clean Village tradition in East Halongonan Sub-district. The results showed that the Clean Village Tradition in East Halongonan Sub-district contains various norms and values that reflect the acculturation of culture, religion, and local philosophy. The norms include social norms in the form of the spirit of mutual cooperation and collective participation regardless of social status; customary norms that regulate ritual procedures from generation to generation such as the preparation of offerings and customary deliberations; and religious norms that emphasize the implementation of joint prayers and recitations according to Islamic teachings. Meanwhile, the values reflected in this tradition include the value of togetherness and mutual cooperation as a form of solidarity, the value of gratitude and respect for ancestors as a form of spirituality and cultural preservation, the value of social responsibility that invites all residents to maintain village harmony, and the value of deliberation that reflects democratic decision-making. All of these norms and values are in line with the philosophy of Poda Na Lima, making this tradition not only a cultural heritage, but also a means of shaping the social and spiritual character of the community.
Metode Dakwah Da’i Dalam Pembinaan Keagamaan Pemakai Narkoba Di Pondok Rehabilitasi Narkoba Daarusy Syifaa Sumatera Utara Affan Saifullah Ahmad; Sahrul
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol. 23 No. 01 (2026): Al-Mutharahah : Jurnal Penelitian dan Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v23i01.2360

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang dan konsep dasar rehabilitasi di pondok rehabilitasi Daarusy Syifaa, juga mengetahui sistem rehabilitasi yang diterapkan di pondok rehabilitasi tersebut. Diharapkan penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi peran kegiatan keagamaan dalam rehabilitasi untuk mendukung proses rehabilitasi berdasarkan nilai-nilai spiritual. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan da'i dan pembina terhadap peserta, faktor serta pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program rehabilitasi, hingga mengetahui indikator keberhasilan rehabilitasi di pondok rehabilitasi narkoba Daarusy Syifaa Sumatera Utara. Tingginya angka penyalahgunaan narkoba serta pentingnya pendekatan spiritual dalam rehabilitasi adalah masalah penelitian. Penelitian ini melakukan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan dakwah yang digunakan menggabungkan pendekatan spiritual dan tradisional melalui amalan keagamaan seperti shalat, dzikir, puasa, dan qiyamul lail, serta penggunaan terapi herbal. Metode ini tidak hanya berkonsentrasi pada pemulihan fisik peserta, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan spiritual mereka. Selain itu, pembina menggunakan pendekatan persuasif berbasis persaudaraan untuk membuat peserta terbuka dan nyaman. Tempat yang bersifat keagamaan dan fasilitas yang berkemampuan adalah faktor pendukung dalam proses rehabilitasi, sedangkan faktor penghambat utama adalah kurangnya dukungan dari keluarga peserta. Perubahan perilaku, peningkatan kedisiplinan, dan peningkatan kesadaran spiritual peserta merupakan indikator keberhasilan rehabilitasi. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan dakwah sangat membantu dalam rehabilitasi pemakai narkoba, terutama dalam membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan.