Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang dan konsep dasar rehabilitasi di pondok rehabilitasi Daarusy Syifaa, juga mengetahui sistem rehabilitasi yang diterapkan di pondok rehabilitasi tersebut. Diharapkan penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi peran kegiatan keagamaan dalam rehabilitasi untuk mendukung proses rehabilitasi berdasarkan nilai-nilai spiritual. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendekatan da'i dan pembina terhadap peserta, faktor serta pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program rehabilitasi, hingga mengetahui indikator keberhasilan rehabilitasi di pondok rehabilitasi narkoba Daarusy Syifaa Sumatera Utara. Tingginya angka penyalahgunaan narkoba serta pentingnya pendekatan spiritual dalam rehabilitasi adalah masalah penelitian. Penelitian ini melakukan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan dakwah yang digunakan menggabungkan pendekatan spiritual dan tradisional melalui amalan keagamaan seperti shalat, dzikir, puasa, dan qiyamul lail, serta penggunaan terapi herbal. Metode ini tidak hanya berkonsentrasi pada pemulihan fisik peserta, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan spiritual mereka. Selain itu, pembina menggunakan pendekatan persuasif berbasis persaudaraan untuk membuat peserta terbuka dan nyaman. Tempat yang bersifat keagamaan dan fasilitas yang berkemampuan adalah faktor pendukung dalam proses rehabilitasi, sedangkan faktor penghambat utama adalah kurangnya dukungan dari keluarga peserta. Perubahan perilaku, peningkatan kedisiplinan, dan peningkatan kesadaran spiritual peserta merupakan indikator keberhasilan rehabilitasi. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan dakwah sangat membantu dalam rehabilitasi pemakai narkoba, terutama dalam membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026