Penelitian ini membahas tentang permasalahan sikap tanggung jawab dan kemampuan motorik halus anak dalam eksplorasi berbagai media dan kegiatan yang disebabkan oleh kurangnya variasi media dan jenis kegiatan anak, pembelajaran yang monoton, serta kurangnya aktivitas pengembangan motorik halus anak. Sebagai solusi, diterapkan model pembelajaran gabungan bernama PRODELOOP, yang memadukan pendekatan Project Based Learning, metode Demonstrasi, dan pemanfaatan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas guru, keterlibatan anak, sikap tanggung jawab, serta pencapaian perkembangan motorik halus anak dalam mengeksplorasi berbagai media dan aktivitas melalui penerapan model PRODELOOP. Jenis Penelitian yang dipilih untuk menunjang penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel silang. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Aktivitas guru memperoleh skor 27 pada siklus pertama, 35 pada siklus kedua, dan 36 pada siklus ketiga. Aktivitas anak meningkat dari 31% pada siklus pertama menjadi 54% pada siklus kedua, dan 92% pada siklus ketiga. Sikap tanggung jawab anak juga menunjukkan peningkatan, yaitu 38% pada siklus pertama, 69% pada siklus kedua, dan 92% pada siklus ketiga. Sementara itu, perkembangan motorik halus meningkat dari 38% pada siklus pertama, menjadi 62% pada siklus kedua, dan mencapai 100% pada siklus ketiga. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa melalui model kombinasi ProDeLoop dapat meningkatkan aktivitas anak, sikap tanggung jawab, dan aspek motorik halus dalam eksplorasi media dan kegiatan.