Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deteksi Dini Resiko Karies dengan Disclosing Agent sebagai Upaya Pencegahan di Level Komunitas KB dan TK Tasya Yayasan Al-Asyari Kota Kediri Erwin Gunawan; Afrida Nurmalasari; Farizan Zata Hadyan; Apriani Widyasari Nelly; Novitasari Novitasari; Meyrinda Tobing; Arini Indriyasari; Ibnu Gunawan; Endah Susanti; Nozhy Kalingga Herlambang
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Juni 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i3.266

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi pada anak prasekolah masih sering terjadi dan berkaitan dengan penumpukan plak, konsumsi makanan kariogenik, keterbatasan keterampilan menyikat gigi, serta rendahnya kesadaran menjaga kebersihan mulut. Disclosing agent sebagai pewarna plak dapat membantu anak melihat area gigi yang masih kotor dan mendorong perbaikan teknik menyikat gigi. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak penyuluhan kesehatan gigi dengan penggunaan disclosing agent terhadap pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan kesehatan gigi pada siswa KB dan TK TSYA Tahfids Al Asyari Pre School Kota Kediri. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 13 Mei 2026 dengan sasaran 57 siswa prasekolah. Rangkaian program meliputi registrasi, pre-test, penyuluhan menggunakan poster, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik sikat gigi bersama, aplikasi disclosing agent, evaluasi hasil penyikatan, serta post-test. Hasil: Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Visualisasi plak berwarna merah membantu anak memahami bahwa gigi yang tampak bersih belum tentu bebas plak. Hasil pre-test dan post-test menggambarkan peningkatan pemahaman tentang waktu menyikat gigi, makanan penyebab gigi berlubang, fungsi disclosing agent, dan teknik menyikat gigi yang benar. Observasi setelah pewarnaan menunjukkan meningkatnya kesadaran anak terhadap area gigi yang perlu dibersihkan dan munculnya keinginan menyikat gigi ulang. Kesimpulan: Kombinasi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan penggunaan disclosing agent efektif meningkatkan pengetahuan dan motivasi anak prasekolah dalam menjaga kebersihan gigi, sehingga direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan gigi berbasis sekolah.