Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemberian Topikal Aplikasi Fluor (TAF) Sebagai Upaya Pencegahan Karies Anak di Komunitas KB dan TK Tasya Yayasan Al-Asyari Kota Kediri Afrida Nurmalasari; Erwin Gunawan; Dewi Anggreani Bibi; Dian Natalina Fuddjiantari; Ibnu Gunawan; Meyrinda Tobing; Arini Indriyasari; Tyara Wijaya Novilia Ananti Sitohang; Sih Anggara Dharma Putra
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Juni 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i3.265

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut berperan penting dalam fungsi makan, berbicara, pertumbuhan, dan kualitas hidup anak. Anak usia taman kanak-kanak rentan mengalami karies karena kebiasaan menyikat gigi yang belum benar dan tingginya konsumsi makanan kariogenik. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tinggi, mencerminkan rendahnya upaya pencegahan dan pemeriksaan rutin. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta pemberian Topikal Aplikasi Fluor (TAF) sebagai upaya pencegahan karies pada anak di komunitas KB dan TK Tasya Yayasan Al-Asyari Kota Kediri. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, demonstrasi dan praktik menyikat gigi bersama, pemeriksaan plak dengan disclosing agent, penilaian kebersihan gigi menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S), serta pemberian TAF pada permukaan gigi anak. Hasil: Sebanyak 55 anak mengikuti kegiatan dengan antusias. Setelah penyuluhan, anak menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai fungsi gigi, waktu menyikat gigi yang benar, dan makanan kariogenik yang perlu dihindari, serta mampu menirukan teknik menyikat gigi dengan cukup baik, meskipun sebelum intervensi masih ditemukan plak terutama pada gigi posterior dan sela-sela gigi. Kesimpulan: Pendekatan multi-metode yang menggabungkan penyuluhan interaktif, praktik menyikat gigi, pemeriksaan kebersihan gigi, dan TAF berpotensi efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku kesehatan gigi anak, sehingga layak direkomendasikan sebagai strategi promotif–preventif untuk pencegahan karies di lingkungan sekolah.
Deteksi Dini Resiko Karies dengan Disclosing Agent sebagai Upaya Pencegahan di Level Komunitas KB dan TK Tasya Yayasan Al-Asyari Kota Kediri Erwin Gunawan; Afrida Nurmalasari; Farizan Zata Hadyan; Apriani Widyasari Nelly; Novitasari Novitasari; Meyrinda Tobing; Arini Indriyasari; Ibnu Gunawan; Endah Susanti; Nozhy Kalingga Herlambang
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Juni 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i3.266

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi pada anak prasekolah masih sering terjadi dan berkaitan dengan penumpukan plak, konsumsi makanan kariogenik, keterbatasan keterampilan menyikat gigi, serta rendahnya kesadaran menjaga kebersihan mulut. Disclosing agent sebagai pewarna plak dapat membantu anak melihat area gigi yang masih kotor dan mendorong perbaikan teknik menyikat gigi. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak penyuluhan kesehatan gigi dengan penggunaan disclosing agent terhadap pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan kesehatan gigi pada siswa KB dan TK TSYA Tahfids Al Asyari Pre School Kota Kediri. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada 13 Mei 2026 dengan sasaran 57 siswa prasekolah. Rangkaian program meliputi registrasi, pre-test, penyuluhan menggunakan poster, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik sikat gigi bersama, aplikasi disclosing agent, evaluasi hasil penyikatan, serta post-test. Hasil: Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Visualisasi plak berwarna merah membantu anak memahami bahwa gigi yang tampak bersih belum tentu bebas plak. Hasil pre-test dan post-test menggambarkan peningkatan pemahaman tentang waktu menyikat gigi, makanan penyebab gigi berlubang, fungsi disclosing agent, dan teknik menyikat gigi yang benar. Observasi setelah pewarnaan menunjukkan meningkatnya kesadaran anak terhadap area gigi yang perlu dibersihkan dan munculnya keinginan menyikat gigi ulang. Kesimpulan: Kombinasi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan penggunaan disclosing agent efektif meningkatkan pengetahuan dan motivasi anak prasekolah dalam menjaga kebersihan gigi, sehingga direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan gigi berbasis sekolah.