Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pembuatan Kertas Tisu yang Ramah Lingkungan dari Limbah Organik Kepada Masyarakat Sofia Sofia; Siti Chodijah; Muhammad Yerizam; Muhammad Noviansyah Nugraha
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i4.2597

Abstract

Kertas merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi sebagian besar masyarakat. Bahan baku utama pembuatan bubur kertas (pulp) adalah serat selulosa yang diperoleh dari tanaman kayu maupun non-kayu. Meningkatnya permintaan kayu sebagai bahan baku pulp kertas telah memicu maraknya penebangan liar; hal ini terjadi karena bahan baku kayu sulit diperoleh akibat ketidakseimbangan dengan masa tanam kayu yang memakan waktu lama. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan bahan baku alternatif pengganti kayu. Salah satu alternatif bahan pengganti kayu dalam pembuatan pulp kertas adalah limbah organik dari produk pertanian, seperti sabut kelapa muda, limbah daun nanas, kulit pisang kepok, dan kulit singkong. Limbah sabut kelapa muda memiliki kandungan selulosa sebesar 43,4% (Fitri dkk., 2022), sedangkan daun nanas memiliki kandungan selulosa sebesar 69,5–71,5% (Mochammad, 2020); kedua bahan ini akan digunakan dalam penelitian ini. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah proses soda—yaitu proses pemisahan serat menggunakan bahan kimia seperti Na2CO3—yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik kertas hasil campuran limbah kelapa muda dan daun nanas dengan variasi waktu pemasakan dan konsentrasi Na2CO3, serta menentukan formulasi terbaik yang memenuhi standar SNI 7274:2008, SNI 0698:2010, dan SNI 14-0698:1989. Berdasarkan uraian tersebut, akan dilakukan sosialisasi mengenai pembuatan kertas menggunakan berbagai variasi konsentrasi pelarut natrium karbonat dan waktu pemasakan yang berbeda.
Sosialisasi Produk Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Nanas dan Limbah Kulit Pisang dari Hasil Fermentasi spora Tricoderma sp dengan Bioaktivator Air Kelapa Kepada Masyarakat Siti Chodijah; Sofiah Sofiah; Robert Junaidi; Meilianti Meilianti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i4.2636

Abstract

Implementation of community service activities in the form of technology transfer for the production of liquid organic fertilizer is an effort to utilize environmental potential in the form of household organic waste. This activity was carried out at RT 08 Demang Lebar Daun, Ilir Barat I. The method used in this activity is providing materials and demonstrations. The implementing team provided information on various organic waste at RT 08 Demang Lebar Daun, Ilir Barat I environment so that it could be used as a source of raw material for liquid fertilizer production. The demonstration experiment was led directly by the service team, including practical training in making liquid organic fertilizer from household waste materials, namely pineapple peels and banana peels at RT 08 Demang Lebar Daun. The transfer of liquid organic fertilizer production technology brings significant benefits, namely, increasing public knowledge about the use of residual organic waste as raw material for liquid fertilizer production, strengthening environmental health awareness, and economic added value will also increase. Furthermore, it allows farmers to reduce the cost of purchasing fertilizer and increase household income through the sale of liquid organic fertilizer.