Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Penambahan Ekstrak Bunga Telang Kepada Masyarakat Zurohaina Zurohaina; sofiah Sofiah; Arini Sucia; Aisyah Suci Ningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i4.2598

Abstract

Indonesia kaya tumbuhan kelapa. Sejak bertahun-tahun kelapa banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Ibu rumah tangga membuatnya menjadi santan untuk bahan memasak. Saat ini, pemanfaatan kelapa lebih berkembang. Salah satunya dengan membuatnya menjadi minyak kelapa (virgin coconut oil/VCO). Hingga kini minyak kelapa murni ramai diperbincangkan karena khasiatnya bagi kesehatan. Para ahli pun mulai tertarik untuk meneliti kandungan VCO dan kaitannya dengan kesehatan manusia. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang berfungsi untuk menjembatani dunia pendidikan dan masyarakat, agar dapat memperoleh kehidupan dan pola pikir yang lebih baik, dalam bentuk materil maupun non materil. Di samping itu, bertujuan agar mampu menguasai Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Kreativitas dan tentang pentingnya sumber daya alam dan bagaimana cara pemanfaatannya. Oleh karena itu dibutuhkan solusi yang tepat untuk mendorong masyarakat , khususnya ibu-iburumah tangga yang tergabung dalam kelompok arisan Rukun Tetangga ataupun kelompok Ibu-ibu Pengajian Rutin di lingungan Kelurahan Demang Lebar Daun untuk memanfaatkan sumber daya alam dan menghasilkan produk yang berkualitas. Pembuatan VCO dari kelapa yang diambil dagingnya warna putih kemudian diparut diperas diambil santannya yang bewarna putih kemudian ditambahkan ekstrak warna biru dari bunga telang yang mempunyai senyawa antioksidan yang tinggi dilakukan dengan metode ceramah dan praktek. Penerapan praktek pembuatan penganan VCO dengan ragi roti (Saccaromycess Cerevisiae), air jeruk nipis (Citrus aurantifolia), ekstrak pewarna, bunga telang sebagai pewarna biru, dengan penambahan Ektrak bunga telang dalam santan masukkan dalam botol plastic yang sudah bagian atasnya dipotong ,tutup mulut botol, posisi botol terbalik kemudian dilakukan proses fermentasi selama 8 jamkemudian terbentuk 2 lapisan.Lapisan Bawah dibuang selanjutnya fermentasi kembali sampai terbentuk cairan bening,VCO siap dipanen.
Sosialisasi Produk Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Nanas dan Limbah Kulit Pisang dari Hasil Fermentasi spora Tricoderma sp dengan Bioaktivator Air Kelapa Kepada Masyarakat Siti Chodijah; Sofiah Sofiah; Robert Junaidi; Meilianti Meilianti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i4.2636

Abstract

Implementation of community service activities in the form of technology transfer for the production of liquid organic fertilizer is an effort to utilize environmental potential in the form of household organic waste. This activity was carried out at RT 08 Demang Lebar Daun, Ilir Barat I. The method used in this activity is providing materials and demonstrations. The implementing team provided information on various organic waste at RT 08 Demang Lebar Daun, Ilir Barat I environment so that it could be used as a source of raw material for liquid fertilizer production. The demonstration experiment was led directly by the service team, including practical training in making liquid organic fertilizer from household waste materials, namely pineapple peels and banana peels at RT 08 Demang Lebar Daun. The transfer of liquid organic fertilizer production technology brings significant benefits, namely, increasing public knowledge about the use of residual organic waste as raw material for liquid fertilizer production, strengthening environmental health awareness, and economic added value will also increase. Furthermore, it allows farmers to reduce the cost of purchasing fertilizer and increase household income through the sale of liquid organic fertilizer.