Hajidah Fildzahun Kusnadi Nadhilah Kusnadi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gender, Seksualitas dan Kelas dalam Representasi Pekerja Domestik dalam Film Inem Pelayan Seksi (1976) Nara Garini Ayuningrum; Fransisca Benedicta Avira Citra Paramita; Hajidah Fildzahun Kusnadi Nadhilah Kusnadi
Jurnal Riset Komunikasi Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jrk.v17i1.39386

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi pekerja domestik perempuan dalam film Inem Pelayan Seksi (1976) melalui analisis konstruksi gender, seksualitas, dan kelas pada kode visual dan naratifnya. Studi ini bertujuan membongkar bagaimana tubuh perempuan kelas bawah diposisikan sebagai situs erotisasi, evaluasi sosial, dan negosiasi ideologis. Menggunakan semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, mitos) yang dipadukan dengan teori male gaze Laura Mulvey (1975) serta konsep voyeuristic dan narcissistic scopophilia, penelitian ini menganalisis adegan kunci terkait kerja domestik dan ekspos tubuh. Temuan mengungkap tiga pola dominan: (1) erotisasi tubuh pekerja domestik melalui teknik sinematik yang menaturalisasi kesenangan laki-laki; (2) konstruksi agensi yang ambivalen, di mana resistensi Inem tampak asertif namun tetap terkekang struktur patriarki dan kelas; serta (3) mitologisasi moralitas perempuan kelas bawah yang menempatkan mereka sebagai jangkar etis tanpa kekuatan struktural. Hasil ini menunjukkan bagaimana film menjalin-menjemari seksualitas, hirarki kelas, dan kerja domestik ke dalam ekonomi visual yang memperkuat ketimpangan sosio-ekonomi. Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada analisis film feminis dengan mengungkap cara sinema populer membentuk pemahaman ideologis feminitas kelas bawah. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya representasi pekerja domestik yang lebih adil dalam media Indonesia.