Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Maqashid Syariah Terhadap Angkutan Barang Yang Kelebihan Muatan Rossa Amelia
Qawanin: Jurnal of Economic Syaria Law Vol 10 No 1 (2026): June
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/qaw.v10i1.850

Abstract

Overloaded freight transport on Bawean Island often causes risks of accidents, infrastructure damage, and threats to public safety, making it necessary to conduct a maqashid sharia analysis. The purpose of this study is to identify the practice of overloading based on maqashid sharia principles, particularly hifz al-nafs (life), hifz al-mal (property), hifz al-aql (intellect), and fiqh rules that emphasize public welfare and prohibit harm to oneself or others. In this study, the author uses a normative legal research method in the form of library research, examining sharia evidence, particularly maqashid sharia, as well as legislation, documents, fiqh theories, and other literature such as journals, using a descriptive qualitative approach. The findings of this study indicate that the practice of overloading on Bawean Island violates maqashid sharia principles such as (hifz al-nafs, hifz al-mal, hifz al-aql) jurisprudential principles (Maslahah Al-‘ammah, Laa Darara walaa Diraar, Saad al-Dzara’i), and Law No. 22 of 2009, because it threatens the safety of life, property, and intellect, endangers general safety, as well as causes infrastructure damage. Awareness, obedience, and enforcement of regulations are needed for the public good and social harmony. Angkutan barang yang kelebihan muatan (overload) di Pulau Bawean sering menimbulkan risiko kecelakaan, kerusakan infrastruktur, dan ancaman terhadap keselmatan masyarakat, sehingga diperlukan analisis maqashid syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi praktik overload tersebut berdasarkan prinsip maqashid syariah, khususnya hifz al-nafs (jiwa), hifz al-mal (harta), hifz al-‘aql (akal), dan kaidah fiqh yang menekankan kemaslahatan umum, serta melarang membahayakan baik diri sendiri maupun orang lain. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif bersifat studi pustaka (library research) yang mengkaji dalil-dalil syariah, khususnya maqashid syariah, serta peraturan perundang-undangan, dokumen, teori fiqh, dan literatur yang lain seperti jurnal, yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Terdapat temuan dari penelitian ini yang mengindikasikan bahwa praktik overload di Pulau Bawean melanggar prinsip maqashid syariah seperti (hifz al-nafs,hifz al-mal, hifz al-aql) kaidah fiqh (Maslahah Al-‘ammah,Laa Darara walaa Diraar, Saad al-Dzara’i), dan UU No. 22 Tahun 2009, karena mengancam keselamatan jiwa, harta, akal, mengancam keselamatan, serta kerusakan infrastruktur. Diperlukan kesadaran, ketaatan, dan penegakan regulasi untuk maslahah umum dan keharmonisan sosial.
PENDAMPINGAN PENCATATAN KEUANGAN UMKM BERBASIS DIGITAL MELALUI APLIKASI BUKUWARUNG DI DESA DIPONGGO Rossa Amelia; Qomarul Haq; Mat Isa; Tuti Nur Aisyah; Abdurrahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i3.4689

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian masyarakat, namun pengelolaan keuangan dan pencatatan transaksi masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku UMKM, khususnya pada usaha yang dikelola dengan sistem sederhana. Kondisi ini juga dialami oleh pelaku UMKM di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, yang masih mencatat transaksi keuangan secara manual menggunakan buku fisik, tanpa pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, sehingga menyulitkan pelaku usaha dalam mengetahui arus kas dan keuntungan usaha secara akurat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan secara digital menggunakan aplikasi BukuWarung. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas empat tahapan, yaitu observasi dan wawancara, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi kegiatan, yang dilaksanakan pada tanggal 19–30 Agustus 2026 terhadap tiga pelaku UMKM sasaran, yaitu Mini Market Aula, Mini Market Alan, dan Mini Market Bu Mimin. Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-test dan post-test pada tiga aspek perubahan, yaitu sikap, sosial budaya, dan ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya pencatatan keuangan digital sebesar 90%, perubahan kebiasaan pencatatan transaksi sebesar 95%, serta peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan usaha sebesar 90%. Pelaku usaha yang semula belum mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha kini mampu mencatat transaksi serta menyusun laporan keuangan sederhana secara mandiri menggunakan aplikasi BukuWarung. Hasil ini menunjukkan bahwa pendampingan digitalisasi pencatatan keuangan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas pengelolaan usaha UMKM di wilayah pedesaan, sekaligus berpotensi mendukung penguatan kapasitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.