Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Cosmopolitanism of The Table: Commensality, Conviviality, and Intra Muslim Diversity in Kuala Lumpur's Communal Iftar Suroyo; Derinta Entas; Bima Maulana Putra; Rina Kurniawati; Afrilia Elizabet Sagala; Joachim Baaden
Penamas Vol 39 No 1 (2026): Volume 39, Issue 1, January-June 2026
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v39i1.1051

Abstract

Communal iftar meals during Ramadan are often analysed as a homogeneous in-group practice, yet this overlooks their role as spaces for encounters across the internal diversity of the Muslim world in pluralistic cities. This article examines joint iftar meals in Kuala Lumpur—where diverse traditions converge—as a case of intra-Muslim conviviality. Through a qualitative ethnographic design (observation, interviews and document analysis), this study explores how communal religious meals foster cross-cultural cohesion and what underpins this, by analysing these practices through the sociology of commensality (Simmel, Fischler), theories of ritual interaction and solidarity (Collins, Durkheim), and the literature on urban and multicultural conviviality (Amin, Gilroy). The cohesion of communal iftar depends on institutional infrastructure, the layout of the dining area, and the food served as a medium for exchange. Differences are negotiated through commensality, giving rise to a sense of togetherness that extends from ritual spaces into the public sphere. The hospitality of the mosque, as an infrastructure of intra-Muslim conviviality, shapes a vernacular cosmopolitanism at the table, whilst simultaneously revealing its boundaries—who is welcomed and who remains on the margins of urban Islamic social life.
Penguatan Kompetensi Manajemen Event & Pemasaran Berbasis Internet Melalui Pelatihan Bagi Masyarakat Desa di Kecamatan Rancakalong Rina Kurniawati; Tarandhika Tantra; Muhammad Azhari
Journal of Social Service and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Social Service and Empowerment (JOSSE)
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/josse.v3i2.956

Abstract

Event memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya, penguatan identitas destinasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat lokal. Desa Rancakalong memiliki potensi budaya melalui Upacara Adat Ngalaksa dan seni musik Tarawangsa, serta fasilitas Geoteater yang dapat dikembangkan sebagai ruang pertunjukan dan wisata edukasi. Namun, pengelolaan event masih menghadapi kendala berupa belum optimalnya sistem pengelolaan, promosi dengan pemanfaatan platform digital, koordinasi antarkelembagaan, dan integrasi produk UMKM berkualitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan event budaya dan pemasaran berbasis internet. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, pelatihan, dan evaluasi. Dari kegiatan PKM ini, peserta memperoleh wawasan mengenai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi kegiatan, serta strategi promosi melalui website dan media sosial. Kegiatan berlangsung secara partisipatif dan kolaboratif serta menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengembangkan event budaya dan produk UMKM secara lebih profesional. Keberlanjutan program masih diperlukan dalam bentuk pendampingan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, promosi digital, pelestarian budaya, dan pengembangan Rancakalong sebagai destinasi wisata berbasis budaya.