Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Microteaching Berbasis Communicative Language Teaching Sebagai Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab: Microteaching Based on Communicative Language Teaching as an Innovation in Arabic Language Learning Rizky Aulia Nur Salsabila; Asep Sunarko; Atika Nur Imania; Nur Laili; Wa Ode Nur Fitriyani; Muhammad Warid Al Fajri
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan microteaching berbasis Communicative Language Teaching (CLT) sebagai inovasi pembelajaran bahasa Arab di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UNSIQ Jawa Tengah Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi kegiatan microteaching, wawancara, serta analisis dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilaksanakan selama bulan Januari hingga Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan microteaching bahasa Arab telah mengarah pada pembelajaran yang komunikatif. Mahasiswa microteaching menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi dalam instruksi, tanya jawab, dialog, dan aktivitas pembelajaran lainnya. Aktivitas pembelajaran dirancang untuk mendorong interaksi, baik antara guru dan siswa maupun antarsiswa, serta didukung oleh pemilihan konteks pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa microteaching berbasis CLT tidak hanya berfungsi sebagai latihan teknis mengajar, tetapi juga sebagai sarana awal pembentukan orientasi pedagogik calon guru bahasa Arab yang komunikatif. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penerapan CLT dalam microteaching perlu dikembangkan secara konsisten agar calon guru mampu mengelola pembelajaran bahasa Arab yang interaktif dan bermakna. Meskipun demikian, penelitian ini masih terbatas pada satu konteks institusi dan waktu pengamatan yang relatif singkat, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.