Sri Wulandari
UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ETHICS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS ON SOCIAL MEDIA: PROFESSIONAL AND PERSONAL BOUNDARIES IN THE DIGITAL ERA Irsyad Kama Fahreza; Fahmi Maulana; Sri Wulandari; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
AT-TA'DIB: JURNAL ILMIAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 18, No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tadib.v18i1.6427

Abstract

This study examines the boundaries of digital ethics for Islamic Religious Education teachers on social media, focusing on the tension between the professional and personal spheres in the contemporary digital ecosystem. Despite over 76% of Indonesian teachers actively using social media, governing regulations remain pre-digital and lack operational specificity, which represents a research gap that fundamentally motivates this inquiry. Employing a qualitative library research approach through thematic content analysis of 31 systematically selected sources based on rigorous inclusion and exclusion criteria from 380 identified references, this study yields three principal findings: (1) the absence of operationally relevant digital guidelines for teachers; (2) a typology of ethical violations comprising inappropriate content, unprofessional interactions with students, and disinformation dissemination rooted in mutually reinforcing structural, individual, and cultural factors; and (3) the tension between freedom of expression and professional responsibility cannot be resolved through regulatory means alone, but requires the strengthening of professional identity. As an original theoretical contribution, this article introduces the TAPAK Model (Responsibility, Accuracy, Respect, Audience, Context) as a reflective framework that explicitly addresses the context collapse mechanism, a critical dimension consistently overlooked in existing digital ethics models for teachers, both domestically and internationally.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Usia Dini dalam Perspektif Kajian Literatur Sri Wulandari; Azzani Izza Fahrezi; Nikmatul Mazidah; Azzani Izza Fahrezi; Ma'mun Hanif
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.8921

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual anak pada masa golden age. Namun, implementasi pembelajaran PAI masih menghadapi berbagai tantangan, terutama penggunaan strategi pembelajaran yang belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi pembelajaran PAI yang efektif bagi anak usia dini berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dari Google Scholar, SINTA, DOAJ, Garuda, dan Kemdikbudristek menggunakan kata kunci yang relevan dengan strategi pembelajaran PAI anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat empat strategi utama yang efektif, yaitu pendekatan storytelling interaktif, strategi pembiasaan berbasis rutinitas, integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum terpadu, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Strategi tersebut terbukti mampu mendukung perkembangan moral, sosial-emosional, spiritual, dan karakter religius anak secara optimal. Selain itu, pembelajaran yang berpusat pada anak dan menggunakan pendekatan positif dinilai lebih efektif dibandingkan metode yang bersifat verbalistik dan represif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang holistik, kontekstual, dan kolaboratif.