ABSTRACT Vocational education in an era of social, economic, and technological transformation faces the challenge of producing graduates who are not only technically competent but also capable of adapting to cultural contexts and community needs. However, existing studies indicate that vocational education practices remain predominantly focused on job-related skills and have not fully integrated local cultural values, knowledge, and practices as learning resources. This study aims to reconstruct the concept of ethnopedagogy as a culture-based integrative approach in vocational education through a systematic literature review. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by examining scholarly publications related to vocational education, local knowledge, practice-based learning, authentic assessment, teacher identity, entrepreneurship, inclusivity, and sustainability. The analysis was conducted through identification, selection, evaluation, and synthesis processes to identify consistent conceptual patterns within the literature. The findings reveal that vocational education should be understood as a contextual learning process that connects occupational competencies, cultural practices, learners’ experiences, and community needs. The integration of ethnopedagogy encompasses eight major dimensions, namely contextual curriculum, activity-based learning, authentic assessment, teacher and learner identity, vocational skills, local entrepreneurship, inclusivity, and sustainability. This study concludes that ethnopedagogy provides a conceptual framework capable of strengthening the cultural relevance of vocational education while enhancing learners’ readiness to respond to labor market demands and ongoing social change. ABSTRAK Pendidikan vokasi pada era perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi menghadapi tantangan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan konteks budaya dan kebutuhan masyarakat. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa praktik pendidikan vokasi masih cenderung berorientasi pada penguasaan keterampilan kerja dan belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai, pengetahuan, serta praktik budaya lokal sebagai sumber pembelajaran. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep etnopedagogi sebagai pendekatan integrasi berbasis budaya dalam pendidikan vokasi melalui kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan vokasi, pengetahuan lokal, pembelajaran berbasis praktik, asesmen autentik, identitas guru, kewirausahaan, inklusivitas, dan keberlanjutan. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur untuk menemukan pola konseptual yang konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan vokasi perlu dipahami sebagai proses pembelajaran kontekstual yang menghubungkan kompetensi kerja, praktik budaya, pengalaman peserta didik, dan kebutuhan komunitas. Integrasi etnopedagogi mencakup delapan dimensi utama, yaitu kurikulum kontekstual, pembelajaran berbasis aktivitas, asesmen autentik, identitas guru dan peserta didik, keterampilan vokasional, kewirausahaan lokal, inklusivitas, serta keberlanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa etnopedagogi merupakan kerangka konseptual yang mampu memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesiapan peserta didik menghadapi tuntutan dunia kerja dan perubahan sosial yang berkelanjutan.