Abdul Marta Nurdin
Untirta Serang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONSTRUKSI KONSEPTUAL ETNOPEDAGOGI UNTUK MENGEMBANGKAN INTEGRASI BERBASIS BUDAYA DALAM PENDIDIKAN VOKASI: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Abdul Marta Nurdin; Ujang Jamaludin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12504

Abstract

ABSTRACT Vocational education in an era of social, economic, and technological transformation faces the challenge of producing graduates who are not only technically competent but also capable of adapting to cultural contexts and community needs. However, existing studies indicate that vocational education practices remain predominantly focused on job-related skills and have not fully integrated local cultural values, knowledge, and practices as learning resources. This study aims to reconstruct the concept of ethnopedagogy as a culture-based integrative approach in vocational education through a systematic literature review. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by examining scholarly publications related to vocational education, local knowledge, practice-based learning, authentic assessment, teacher identity, entrepreneurship, inclusivity, and sustainability. The analysis was conducted through identification, selection, evaluation, and synthesis processes to identify consistent conceptual patterns within the literature. The findings reveal that vocational education should be understood as a contextual learning process that connects occupational competencies, cultural practices, learners’ experiences, and community needs. The integration of ethnopedagogy encompasses eight major dimensions, namely contextual curriculum, activity-based learning, authentic assessment, teacher and learner identity, vocational skills, local entrepreneurship, inclusivity, and sustainability. This study concludes that ethnopedagogy provides a conceptual framework capable of strengthening the cultural relevance of vocational education while enhancing learners’ readiness to respond to labor market demands and ongoing social change. ABSTRAK Pendidikan vokasi pada era perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi menghadapi tantangan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan konteks budaya dan kebutuhan masyarakat. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa praktik pendidikan vokasi masih cenderung berorientasi pada penguasaan keterampilan kerja dan belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai, pengetahuan, serta praktik budaya lokal sebagai sumber pembelajaran. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep etnopedagogi sebagai pendekatan integrasi berbasis budaya dalam pendidikan vokasi melalui kajian literatur sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan vokasi, pengetahuan lokal, pembelajaran berbasis praktik, asesmen autentik, identitas guru, kewirausahaan, inklusivitas, dan keberlanjutan. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur untuk menemukan pola konseptual yang konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan vokasi perlu dipahami sebagai proses pembelajaran kontekstual yang menghubungkan kompetensi kerja, praktik budaya, pengalaman peserta didik, dan kebutuhan komunitas. Integrasi etnopedagogi mencakup delapan dimensi utama, yaitu kurikulum kontekstual, pembelajaran berbasis aktivitas, asesmen autentik, identitas guru dan peserta didik, keterampilan vokasional, kewirausahaan lokal, inklusivitas, serta keberlanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa etnopedagogi merupakan kerangka konseptual yang mampu memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesiapan peserta didik menghadapi tuntutan dunia kerja dan perubahan sosial yang berkelanjutan.
COLLABORATIVE ORGANIZATIONAL DEVELOPMENT MODEL FOR EFFECTIVE SMK–INDUSTRY LINK AND MATCH: SYSTEMATIC REVIEW Abdul Marta Nurdin; Sholeh Hidayat; Lukman Nulhakim
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12510

Abstract

ABSTRACT The gap between vocational education graduates’ competencies and industry needs remains a major challenge in achieving effective link and match between schools and the workplace. This study aims to develop a collaboration-based organizational development model to strengthen partnerships between vocational high schools and industry within the context of Technical and Vocational Education and Training (TVET). The study employed a Systematic Literature Review (SLR) following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Data were collected from the Scopus and Publish or Perish (PoP) databases using keywords related to TVET organizational development, school–industry partnerships, and work-based learning. The selection process involved identification, screening, eligibility, and inclusion stages. Of the 81 articles initially identified, 20 articles met the inclusion criteria and were analyzed. The findings indicate that effective school–industry alignment is influenced by clear organizational structures, collaborative leadership, open organizational culture, the capacity of teachers and industry mentors, curriculum integration, collaborative assessment practices, and sustainable monitoring and evaluation systems. The study concludes that collaboration-based organizational development is an effective strategy for improving vocational education quality, strengthening school–industry partnerships, and enhancing graduates’ employability. The proposed model provides a conceptual contribution to reinforcing the implementation of link and match within Technical and Vocational Education and Training (TVET). ABSTRAK Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri masih menjadi tantangan dalam mewujudkan efektivitas hubungan dan kesesuaian (link and match) antara sekolah dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pengembangan organisasi berbasis kolaborasi yang dapat memperkuat kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri dalam konteks Technical and Vocational Education and Training (TVET). Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data diperoleh dari basis data Scopus dan Publish or Perish (PoP) menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan pengembangan organisasi TVET, kemitraan sekolah–industri, dan pembelajaran berbasis kerja. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Dari 81 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan hubungan dan kesesuaian antara sekolah dan industri dipengaruhi oleh struktur organisasi yang jelas, kepemimpinan kolaboratif, budaya organisasi yang terbuka, peningkatan kapasitas guru dan mentor industri, integrasi kurikulum, praktik penilaian kolaboratif, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan organisasi berbasis kolaborasi merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat kemitraan sekolah–industri, dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi konseptual bagi penguatan implementasi link and match dalam pendidikan dan pelatihan kejuruan.