Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan model kurikulum yang mengintegrasikan literasi sains, kompetensi keberlanjutan, literasi digital, keterampilan abad ke-21, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030. Namun, banyak institusi pendidikan masih menghadapi kesenjangan antara kurikulum yang diterapkan dengan kebutuhan kompetensi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, memvalidasi, dan mengevaluasi efektivitas Integrated Science Future Curriculum (ISFC) berbasis Education for Sustainable Development (ESD). Penelitian menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR) yang terdiri atas lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan model, validasi, uji kepraktisan, dan evaluasi efektivitas. Penelitian dilaksanakan di Sintiya Smart Academy dengan melibatkan 30 peserta didik, 10 guru, 3 pengelola program, dan 10 validator ahli. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), angket, dan lembar validasi ahli. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan indeks Aiken’s V, analisis persentase, serta perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kebutuhan utama kurikulum, yaitu integrasi SDGs, literasi sains, literasi digital dan kesiapan kecerdasan buatan (AI), keterampilan abad ke-21, serta kompetensi keberlanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan model ISFC yang mencakup lima dimensi utama. Hasil validasi menunjukkan tingkat validitas yang tinggi (Aiken’s V = 0,92; validitas konstruk = 95%), kepraktisan yang sangat baik (91,7%), serta efektivitas yang ditunjukkan oleh peningkatan kompetensi keberlanjutan peserta didik sebesar 24,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa ISFC merupakan model kurikulum yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung pendidikan berkelanjutan serta pencapaian SDGs 2030.