Sindrom metabolik (MetS) adalah kumpulan risiko kardiometabolik yang meningkat pesat di kalangan angkatan kerja usia produktif, yang mengakibatkan terganggunya kesehatan individu dan menurunnya produktivitas makroekonomi. Tinjauan sistematis ini secara komprehensif mensintesis dan mengevaluasi intervensi holistik berbasis promosi kesehatan yang dirancang untuk mencegah dan mengelola sindrom metabolik (MetS) pada individu berusia 18–59 tahun. Dengan berpedoman pada pedoman PRISMA, pencarian literatur sistematis dilakukan di PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar untuk artikel primer yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2025. Dari 511 catatan yang teridentifikasi, 26 studi memenuhi kriteria kelayakan yang ketat. Sintesis naratif menunjukkan bahwa intervensi holistik multi-komponen—yang mengintegrasikan aktivitas fisik terstruktur, panduan nutrisi yang disesuaikan, pendidikan kesehatan interaktif, dan modifikasi perilaku—menghasilkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada biomarker MetS utama, termasuk tekanan darah arteri, profil lipid, dan sensitivitas insulin perifer. Lebih lanjut, penggabungan teknologi kesehatan seluler (mHealth) dan pelacakan perangkat yang dapat dikenakan secara substansial mengoptimalkan kepatuhan pasien dalam jangka panjang. Strategi promosi kesehatan multi-komponen menawarkan paradigma non-farmakologis yang sangat efektif untuk mengurangi perkembangan sindrom metabolik (MetS) pada populasi produktif. Wawasan ini memberikan cetak biru yang dapat ditindaklanjuti untuk inisiatif kesehatan kerja perusahaan dan kerangka kebijakan kesehatan masyarakat.