Penelitian ini berakar pada fenomena ketidak sesuaian guru dalam menentukan model pembelajaran sehingga mengakibatkan suasana belajar yang kurang dinamis dan memberikan dampak pada ketrampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik, kondisi tersebut akhirnya berpengaruh kepada hasil akademik yang didapatkan oleh peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan inti berupa peningkatan ketrampilan berpikir tingkat tinggi dan juga tercapainya hasil akademik dalam studi IPAS peserta didik kelas IV di SD N 2 Karanggintung. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas atau biasa disebut dengan PTK, desain yang digunakan oleh peneliti terdiri dari II siklus dan pada masing-masing siklus akan dikelola dalam dua sesi pembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini meliputi guru kelas beserta 15 peserta didik kelas IV, area fokus penelitian adalah pendekatan model pembelajaran inkuiri terbimbing selaku intervensi strategis untuk mengangkat kapasitas ketrampilan berpikir tingkat tinggi dan selanjutnya dapat meningkatkan prestasi akademik peserta didik. Instrumen yang digunakan mencakup perangkat pembelajaran, lembar pengamatan aktivitas kerja guru dan peserta didik, serta lembar penilaian hasil akademik. Metode analisis informasi yang dipilih adalah deskriptif dengan menggabungkan antara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari dua siklus penelitian mengindikasi terdapat kemajuan nilai rata-rata peserta didik, yaitu bergerak dari angka 62 pada fase awal, meningkat menjadi 71,66 di siklus pertama, dan mencapai 83 pada siklus kedua. Tingkat aktivitas guru pada siklus pertama berada di angka 60,29 dan meningkat menjadi 83,82 di siklus kedua, sedangkan aktivitas siswa bergerak dari 60 menjadi 82,5. Temuan ini membuktikan bahwasannya implementasi model inkuiri terbimbing secara efektif mampu memberikan dampak positif pada ketrampilan berpikir kritis dan perolehan prestasi belajar IPAS siswa kelas IV SD N 2 Karanggintung.