Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Video Animasi Cerita Nabi untuk Menumbuhkan Minat Belajar PAI Siswa Sekolah Dasar Nor Sakinah; Maria Ulfa; Irfan Maulana; Nur Halimi
Action Research Literate Vol. 10 No. 2 (2026): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v10i2.3108

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar menjadi tantangan serius yang perlu diatasi melalui inovasi media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan video animasi cerita nabi sebagai media pembelajaran guna menumbuhkan minat belajar PAI siswa di SDN Panglegur 02, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas III dan IV serta satu guru PAI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperiksa keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi kisah para nabi secara signifikan meningkatkan motivasi, keaktifan, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI, yang tercermin dari meningkatnya frekuensi bertanya, partisipasi diskusi, nilai tugas, serta munculnya perubahan perilaku afektif seperti kejujuran, disiplin, dan sikap saling membantu. Secara teoretis, temuan ini memperkaya kajian multimedia learning dalam pendidikan karakter religius di sekolah dasar. Secara praktis, hasil penelitian menjadi referensi bagi guru dalam mengintegrasikan media digital bermuatan nilai keislaman pada pembelajaran PAI di jenjang sekolah dasar.
IMPLEMENTATION OF THE TEACHER CODE OF ETHICS IN BUILDING STUDENT CHARACTER AT SDN BUGIH 3 PAMEKASAN: INTEGRITY AND EXEMPLARY PERSPECTIVE Sofia Ningsih; Gita Puspita Sari; Maria Ulfa; Aldiky Rachman Firdausi; Abd. Mukhid; Wurrotul Kamila
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v27i1.1740

Abstract

This qualitative case study examines how the Teacher’s Code of Ethics shapes student character development at SDN Bugih 3 Pamekasan, focusing on Islamic Education teachers’ internalization of professional values. Data were collected via in-depth interviews with experienced teachers (8–10 years). Findings indicate that the code is implemented not as mere administrative compliance, but as a compassion-based authority and a “living curriculum” rooted in Uswatun Hasanah. Consistent alignment between teachers’ words and actions fosters student trust, shifting compliance from fear-driven obedience to autonomous moral awareness and reducing bullying. However, heavy administrative workloads and inconsistent home parenting styles hinder sustained character transformation. Consequently, this study recommends developing an integrated character ecosystem through strategic school–parent collaboration and optimizing teacher psychological well-being to maintain ethical exemplarity.
IMPLEMENTATION OF THE TEACHER CODE OF ETHICS IN BUILDING STUDENT CHARACTER AT SDN BUGIH 3 PAMEKASAN: INTEGRITY AND EXEMPLARY PERSPECTIVE Sofia Ningsih; Gita Puspita Sari; Maria Ulfa; Aldiky Rachman Firdausi; Abd. Mukhid; Wurrotul Kamila
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v27i1.1740

Abstract

This qualitative case study examines how the Teacher’s Code of Ethics shapes student character development at SDN Bugih 3 Pamekasan, focusing on Islamic Education teachers’ internalization of professional values. Data were collected via in-depth interviews with experienced teachers (8–10 years). Findings indicate that the code is implemented not as mere administrative compliance, but as a compassion-based authority and a “living curriculum” rooted in Uswatun Hasanah. Consistent alignment between teachers’ words and actions fosters student trust, shifting compliance from fear-driven obedience to autonomous moral awareness and reducing bullying. However, heavy administrative workloads and inconsistent home parenting styles hinder sustained character transformation. Consequently, this study recommends developing an integrated character ecosystem through strategic school–parent collaboration and optimizing teacher psychological well-being to maintain ethical exemplarity.