Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengalaman Siswa Kelas 2 SDN Prekbun Kabupaten Pamekasan Dalam Belajar Wudhu Sesuai Rukun Melalui Video Pembelajaran Youtube Nur Siti Maulidiana; Robiatul adawiyah; M. Noval bahtiyar; A. Zubairi Fauzi; Abd. Mukhid
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i3.32743

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan media pembelajaran berbasis video, seperti YouTube, sebagai alternatif dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi wudhu di sekolah dasar. Keterbatasan waktu, jumlah siswa yang banyak, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami tata cara wudhu mendorong perlunya media yang mampu menghadirkan contoh konkret secara visual dan audio. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman siswa kelas 2 SDN Prekbun Kabupaten Pamekasan dalam belajar wudhu sesuai rukun melalui video pembelajaran YouTube, khususnya bagaimana siswa memahami, mengalami, dan merasakan manfaat media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Partisipan adalah siswa kelas 2 yang mengikuti pembelajaran materi wudhu di SDN Prekbun Kabupaten Pamekasan [jumlah partisipan dan teknik pengambilan sampel perlu dicantumkan oleh penulis]. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video YouTube memberikan pengalaman belajar bermakna, membantu siswa memahami dan mengingat urutan rukun wudhu, mendukung kepercayaan diri dalam praktik, serta menumbuhkan motivasi dan minat belajar. Implikasinya, video pembelajaran YouTube dapat dijadikan media alternatif efektif bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengajarkan materi yang membutuhkan demonstrasi dan praktik langsung, guna meningkatkan kualitas pembelajaran tentang wudhu di sekolah dasar.
Pemanfaatan Media YouTube dalam Membantu Peserta Didik Mempelajari dan Memahami Tata Cara Shalat Fardhu yang Baik dan Benar di SDN Prekbun Ahmad Uwais Nawwaf Barkhiya; Dwi Wahyuni; Mega Bungah Salsabillah; Abd. Mukhid
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i4.32735

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan berbagai media pembelajaran yang lebih inovatif dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar. Salah satu media yang banyak dimanfaatkan adalah YouTube karena mampu menyajikan materi secara audio-visual sehingga memudahkan peserta didik memahami konsep dan praktik ibadah secara lebih konkre. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media YouTube dalam membantu peserta didik mempelajari dan memahami tata cara shalat fardhu yang baik dan benar di SDN Prekbun. Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan pemahaman peserta didik, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. YouTube sebagai platform berbasis video memiliki keunggulan dalam menyajikan materi secara visual dan audio sehingga memudahkan peserta didik memahami gerakan serta bacaan shalat secara lebih konkret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik SDN Prekbun. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media YouTube mampu meningkatkan minat belajar peserta didik, membantu mereka memahami urutan gerakan dan bacaan shalat fardhu, serta mempermudah proses pembelajaran karena peserta didik dapat mengamati contoh praktik secara langsung melalui video. Selain itu, penggunaan YouTube memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif dibandingkan metode ceramah semata. Dengan demikian, media YouTube dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mendukung pembelajaran praktik ibadah di sekolah dasar.
IMPLEMENTATION OF THE TEACHER CODE OF ETHICS IN BUILDING STUDENT CHARACTER AT SDN BUGIH 3 PAMEKASAN: INTEGRITY AND EXEMPLARY PERSPECTIVE Sofia Ningsih; Gita Puspita Sari; Maria Ulfa; Aldiky Rachman Firdausi; Abd. Mukhid; Wurrotul Kamila
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v27i1.1740

Abstract

This qualitative case study examines how the Teacher’s Code of Ethics shapes student character development at SDN Bugih 3 Pamekasan, focusing on Islamic Education teachers’ internalization of professional values. Data were collected via in-depth interviews with experienced teachers (8–10 years). Findings indicate that the code is implemented not as mere administrative compliance, but as a compassion-based authority and a “living curriculum” rooted in Uswatun Hasanah. Consistent alignment between teachers’ words and actions fosters student trust, shifting compliance from fear-driven obedience to autonomous moral awareness and reducing bullying. However, heavy administrative workloads and inconsistent home parenting styles hinder sustained character transformation. Consequently, this study recommends developing an integrated character ecosystem through strategic school–parent collaboration and optimizing teacher psychological well-being to maintain ethical exemplarity.
FORMATION OF STUDENTS' RELIGIOUS CHARACTER THROUGH THE EXAMPLE OF PAI TEACHERS AT MAN 1 PAMEKASAN Erin Dwi Yuniawati; Cyntia Ela Maghfira; Riyadhotis Sholihah; Siti Juwairiyah; Abd. Mukhid; Anifah Khairah Ummah
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v27i1.1778

Abstract

This study aims to describe how Islamic Religious Education (PAI) teachers at MAN 1 Pamekasan implement their professional ethics and employ exemplary methods to foster religious character among students. This study employs a qualitative method, gathering data through observation, interviews, and document review. Primary data were obtained directly from teachers and students, whereas secondary data were sourced from pertinent documents and literature. The results indicate that PAI teachers at MAN 1 Pamekasan embody professional ethics through behaviors such as honesty, accountability, empathy, and attentiveness to students, all rooted in Quranic principles. Teachers implement the role-modeling approach by exemplifying good conduct in classroom instruction and everyday religious practices, including group prayers, Quran reading sessions, and fostering school-wide religious routines. Obstacles encountered encompass inconsistent teacher behaviors, limited student engagement, off-campus external factors, insufficient parental participation, excessive focus on cognitive learning, and adverse effects of technology. Thus, the ongoing practice of professional ethics via exemplary modeling by PAI teachers is essential for cultivating students' religious character.
THE EFFORTS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION (PAI) TEACHERS IN ACTUALIZING PROFESSIONAL ETHICS THROUGH EFFECTIVE COMMUNICATION WITH STUDENTS AT SDN LARANGAN LUAR 2 Amelia Diviana Putri; Desy Nur Hayati; Sholehatus Sakdiyah; Rofiq Hidayatullah; Abd. Mukhid
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8303

Abstract

This research aims to examine the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in actualizing professional ethics through effective communication with students at SDN Larangan Luar 2. This research emphasizes that Islamic Religious Education (PAI) educators serve as ethical exemplars and spiritual mentors, becoming skilled communication vital to their professional principles. Employing a qualitative descriptive methodology depending on interviews, observations, and document analysis with principals, educators, and students the study indicates that these educators employ a variety of essential communication techniques. This encompasses straightforward, gentle spoken By weaving religious communication into daily lessons, PAI teachers effectively foster a positive classroom atmosphere, boost student engagement, and cultivate disciplined, respectful behavior. However, there are obstacles such as diverse student characteristics and limited lesson duration. These results conclude that effective communication plays a central role in realizing the professional ethics of Islamic Religious Education (PAI) teachers. Therefore, teachers need to continuously develop communication skills to optimally fulfill their professional duties in shaping students' character.
IMPLEMENTATION OF THE TEACHER CODE OF ETHICS IN BUILDING STUDENT CHARACTER AT SDN BUGIH 3 PAMEKASAN: INTEGRITY AND EXEMPLARY PERSPECTIVE Sofia Ningsih; Gita Puspita Sari; Maria Ulfa; Aldiky Rachman Firdausi; Abd. Mukhid; Wurrotul Kamila
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v27i1.1740

Abstract

This qualitative case study examines how the Teacher’s Code of Ethics shapes student character development at SDN Bugih 3 Pamekasan, focusing on Islamic Education teachers’ internalization of professional values. Data were collected via in-depth interviews with experienced teachers (8–10 years). Findings indicate that the code is implemented not as mere administrative compliance, but as a compassion-based authority and a “living curriculum” rooted in Uswatun Hasanah. Consistent alignment between teachers’ words and actions fosters student trust, shifting compliance from fear-driven obedience to autonomous moral awareness and reducing bullying. However, heavy administrative workloads and inconsistent home parenting styles hinder sustained character transformation. Consequently, this study recommends developing an integrated character ecosystem through strategic school–parent collaboration and optimizing teacher psychological well-being to maintain ethical exemplarity.
FORMATION OF STUDENTS' RELIGIOUS CHARACTER THROUGH THE EXAMPLE OF PAI TEACHERS AT MAN 1 PAMEKASAN Erin Dwi Yuniawati; Cyntia Ela Maghfira; Riyadhotis Sholihah; Siti Juwairiyah; Abd. Mukhid; Anifah Khairah Ummah
Jurnal Asy-Syukriyyah Vol. 27 No. 1 (2026): Jurnal Asy-Syukriyyah
Publisher : STAI Asy-Syukriyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36769/asy.v27i1.1778

Abstract

This study aims to describe how Islamic Religious Education (PAI) teachers at MAN 1 Pamekasan implement their professional ethics and employ exemplary methods to foster religious character among students. This study employs a qualitative method, gathering data through observation, interviews, and document review. Primary data were obtained directly from teachers and students, whereas secondary data were sourced from pertinent documents and literature. The results indicate that PAI teachers at MAN 1 Pamekasan embody professional ethics through behaviors such as honesty, accountability, empathy, and attentiveness to students, all rooted in Quranic principles. Teachers implement the role-modeling approach by exemplifying good conduct in classroom instruction and everyday religious practices, including group prayers, Quran reading sessions, and fostering school-wide religious routines. Obstacles encountered encompass inconsistent teacher behaviors, limited student engagement, off-campus external factors, insufficient parental participation, excessive focus on cognitive learning, and adverse effects of technology. Thus, the ongoing practice of professional ethics via exemplary modeling by PAI teachers is essential for cultivating students' religious character.