Syarifatul Amelia
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Media Diorama Magnet Metamorfosis Serangga Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Di Sekolah Dasar Syarifatul Amelia; Aan Widiyono
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.691

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis pada siswa dalam pembelajaran IPAS memerlukan penerapan media pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan, praktikalitas, serta efektivitas alat peraga Diorama Magnet Metamorfosis Serangga dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di tingkat sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi langkah-langkah Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Peserta penelitian terdiri dari 26 siswa kelas III di SD Negeri 6 Tahunan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi, angket respons, dan tes kemampuan berpikir kritis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa media ini mendapatkan persentase validasi dari ahli materi sebesar 85% dan dari ahli media sebesar 81,7% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Respons dari guru mencapai 94% dengan kategori sangat layak, sementara respons siswa merupakan 84% dengan kategori sangat layak. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 45,6 pada pretest menjadi 84,0 pada posttest. Hasil uji Paired Samples t-Test menunjukkan nilai p < 0,001, dan nilai N-Gain sebesar 0,67 masuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, Diorama Magnet Metamorfosis Serangga terbukti layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah dasar.