Pada abad ke-21, murid dituntut memiliki kemampuan literasi numerasi sebagai bekal untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan.Kemampuan ini juga menjadi salah satu fokus pengukuran dalam AKM yang diterapkan sebagai pengganti UN.Namun, hasil identifikasi awal menunjukan kemampuan literasi numerasi murid didik lokal VIII SMP Negeri 28 Padang masih berada pada kategori rendah.Berdasarkan permasalahan yang telah diidentifikasi, diperlukan penerapan strategi pembelajaran yang dapat memaksimalkan perkembangan kemampuan murid yaitu model Problem Based Learning (PBL).Kajian ini difokuskan untuk menggambarkan perkembangan kemampuan literasi numerasi murid yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL serta membandingkan kemampuan tersebut dengan murid yang memperoleh pembelajaran konvensional.Penelitian yang dipakai yaitu kajian deskriptif dan kuasi eksperimen dengan desain non equivalen post test only control grup desain.Populasi yang menjadi fokus kajian ini terdiri atas seluruh murid lokal VIII SMPN 28 Padang tahun ajaran 2025/2026.Sampel diambil melalui teknik simple random sampling,dengan lokal VIII.9 menjadi lokal eksperimen dan lokal VIII.8 menjadi lokal kontrol.Perangkat evaluatif berupa kuis dan tes kemampuan literasi numerasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji perbandingan rata-rata.Temuan penelitian mengindikasikan terjadinya peningkatan kemampuan literasi numerasi pada murid lokal eksperimen setelah diterapkannya model PBL.Di samping itu, hasil uji hipotesis mengindikasikan bahwa pencapaian murid pada lokal yang menggunakan PBL lebih unggul dari pada lokal yang menerapkan pembelajaran konvensional.Oleh karena itu, model PBL dinilai layak digunakan sebagai salah satu pilihan dalam kegiatan pembelajaran