Kemampuan literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21 dan menjadi fokus pengukuran dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas VIII SMPN 28 Padang masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas VIII SMPN 28 Padang pada materi garis singgung lingkaran. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental dengan desain One Group Pretest–Posttest.Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik SMPN 28 Padang, sedangkan sampel penelitian berjumlah 30 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik random sampling.Instrumen penelitian berupa soal pretest, posttest, dan kuis. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Minitab melalui uji normalitas dan uji hipotesis (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 37,33 meningkat menjadi 65,33 pada posttest,sehingga terjadi peningkatan sebesar 28,00. Data pretest dan posttest berdistribusi normal,yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,119 dan 0,072 (p> 0,05). Selanjutnya,hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p< 0,05),sehingga H_0 ditolak dan H_1 diterima. Dengan demikian,penerapan model pembelajaran Problem Based Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas VIII SMPN 28 Padang. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam memahami masalah, mencari solusi, melakukan analisis, serta menarik kesimpulan sehingga kemampuan literasi numerasi pada materi garis singgung lingkaran mengalami peningkatan.