Abstract: Mathematical communication encompasses both oral and written aspects. This study focuses on written mathematical communication, which remains one of the challenges in mathematics learning. This study aims to describe the development of students’ written mathematical communication skills through the Realistic Mathematics Education (RME) approach. This study employed a descriptive method involving 24 out of 32 students in class VIII.8 at SMPN 21 Padang during the first semester of the 2026/2027 academic year who had quiz data across six meetings. Data were collected through quizzes administered over six meetings. Students’ mathematical communication skills were assessed based on four indicators: connecting real objects, pictures, and diagrams to mathematical ideas; explaining mathematical ideas, situations, and relationships orally or in writing using real objects, pictures, graphs, and algebra; expressing everyday events in mathematical language or symbols; and making conjectures, constructing arguments, and formulating definitions and generalizations. The results showed an increase in the average quiz score from 76.82 in the first meeting to 86.72 in the sixth meeting. The four indicators generally showed development, although the fourth indicator experienced a slight decline in the second meeting before increasing again in subsequent meetings. RME learning using contextual problems on the topic of number patterns has the potential to support the development of students’ written mathematical communication skills. These results provide an overview of the development of mathematical communication skills throughout the learning process. Keywords: realistic mathematics education; mathematical communication skills; skill development; mathematics learning. Abstrak: Kemampuan komunikasi matematis mencakup aspek lisan dan tulisan. Penelitian ini berfokus pada kemampuan komunikasi tertulis yang masih menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan kemampuan komunikasi matematis tertulis melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan subjek penelitian adalah 24 dari 32 peserta didik kelas VIII.8 SMPN 21 Padang pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 yang memiliki data kuis selama enam pertemuan. Data dikumpulkan melalui kuis yang dilaksanakan pada enam kali pertemuan. Kemampuan komunikasi matematis dinilai berdasarkan empat indikator, yaitu menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram dengan ide matematika; menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematis secara lisan atau tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik, dan aljabar; menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika; serta membuat konjektur, menyusun argumen, dan merumuskan definisi dan generalisasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai kuis dari 76,82 pada pertemuan pertama menjadi 86,72 pada pertemuan keenam. Keempat indikator secara umum menunjukkan perkembangan, meskipun indikator keempat mengalami sedikit penurunan pada pertemuan kedua sebelum kembali meningkat pada pertemuan berikutnya. Pembelajaran RME berbasis masalah kontekstual pada materi pola bilangan berpotensi mendukung perkembangan kemampuan komunikasi matematis tertulis peserta didik. Hasil ini memberikan gambaran perkembangan kemampuan komunikasi selama proses pembelajaran berlangsung. Kata kunci: realistic mathematics education; kemampuan komunikasi matematis; perkembangan kemampuan; pembelajaran matematika