Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENENTU HARGA SAHAM LQ45: LIQUIDITY, LEVERAGE, PROFITABILITY, DAN MARKET RATIO DI BEI Amelia Anwar; Nurohmayni Putri
FIDUSIA : JURNAL KEUANGAN DAN PERBANKAN Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jf.v9i1.2951

Abstract

This study aims to analyze the simultaneous and partial effects of Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Earning Per Share (EPS), and Price Earning Ratio (PER) on stock prices of companies listed in the LQ45 index on the Indonesia Stock Exchange during the period 2020–2024. The main issue addressed is the significant fluctuation of LQ45 stock prices during the post-pandemic economic recovery, along with the inconsistency of previous research that only examined partial financial ratios. This quantitative causal research employed a purposive sampling technique, resulting in 22 companies that consistently remained in the LQ45 index, presented complete annual financial reports, and were not financial sector firms. Secondary data consisting of annual financial statements and closing stock prices were analyzed using multiple linear regression after natural logarithm transformation, preceded by classical assumption tests. Hypothesis testing was conducted with the F-test (simultaneous) and t-test (partial) at a 5% significance level using SPSS version 26. The results indicate that the seven financial ratios simultaneously have a significant effect on stock prices. Partially, ROE, EPS, and PER show positive and significant effects, while CR, DER, ROA, and NPM exhibit negative and significant effects. This study concludes that LQ45 investors place greater emphasis on equity-based profitability efficiency and future earnings growth prospects rather than liquidity levels and overall asset profitability amid post-pandemic economic recovery
Pemberdayaan Muli Mekhanai sebagai Penggerak Nasionalisme melalui Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Batu Menyan: Pengabdian Amelia Anwar; Fitriyah; Edwin Heri Susanto; Fikri Husein; Ari Mardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7901

Abstract

Kegiatan pemberdayaan pemuda memiliki peran penting dalam membangun partisipasi masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sosial di tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Muli Mekhanai dalam penguatan nasionalisme masyarakat melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, serta dilakukan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Muli Mekhanai tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi menjadi aktor penggerak dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari musyawarah dan persiapan, gotong royong, pemasangan atribut kemerdekaan, pelaksanaan perlombaan, pembuatan hadiah, hingga kegiatan puncak peringatan HUT RI ke-81. Peran tersebut diwujudkan sebagai penggerak kegiatan, pelaksana, pendorong partisipasi masyarakat, teladan bagi generasi muda, dan pemersatu masyarakat. Keterlibatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sosial yang memperkuat nilai cinta tanah air, penghargaan terhadap jasa pahlawan, persatuan dan kesatuan, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kebersamaan. Faktor pendukung utama adalah antusiasme pemuda dan kerja sama antara Muli Mekhanai, pemerintah desa, dan masyarakat. Kendala yang dihadapi terutama berkaitan dengan keterbatasan waktu dan kesibukan individu, yang diatasi melalui pembagian tugas dan saling membantu. Dengan demikian, pemberdayaan Muli Mekhanai melalui kegiatan peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana strategis untuk memperkuat praktik nasionalisme berbasis partisipasi, gotong royong, dan kebersamaan di lingkungan masyarakat desa.