Ari Mardiansyah
Universitas Muhammadiyah Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Muli Mekhanai sebagai Penggerak Nasionalisme melalui Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Batu Menyan: Pengabdian Amelia Anwar; Fitriyah; Edwin Heri Susanto; Fikri Husein; Ari Mardiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7901

Abstract

Kegiatan pemberdayaan pemuda memiliki peran penting dalam membangun partisipasi masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sosial di tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Muli Mekhanai dalam penguatan nasionalisme masyarakat melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, serta dilakukan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Muli Mekhanai tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi menjadi aktor penggerak dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari musyawarah dan persiapan, gotong royong, pemasangan atribut kemerdekaan, pelaksanaan perlombaan, pembuatan hadiah, hingga kegiatan puncak peringatan HUT RI ke-81. Peran tersebut diwujudkan sebagai penggerak kegiatan, pelaksana, pendorong partisipasi masyarakat, teladan bagi generasi muda, dan pemersatu masyarakat. Keterlibatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sosial yang memperkuat nilai cinta tanah air, penghargaan terhadap jasa pahlawan, persatuan dan kesatuan, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kebersamaan. Faktor pendukung utama adalah antusiasme pemuda dan kerja sama antara Muli Mekhanai, pemerintah desa, dan masyarakat. Kendala yang dihadapi terutama berkaitan dengan keterbatasan waktu dan kesibukan individu, yang diatasi melalui pembagian tugas dan saling membantu. Dengan demikian, pemberdayaan Muli Mekhanai melalui kegiatan peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana strategis untuk memperkuat praktik nasionalisme berbasis partisipasi, gotong royong, dan kebersamaan di lingkungan masyarakat desa.