Panji Rizki Kurniawan
Akademi Bisnis Lombok

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Economics and Global Uncertainty: A Systematic Literature Review on Resilience, Sustainability, and Financial Stability Muhammad Budi Utama; Panji Rizki Kurniawan; Salman Alam; Ernaldo Fikrul Arifin; Moh. Salman Al Farisi
Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/08hv8y05

Abstract

Global uncertainty caused by financial crises, geopolitical conflicts, inflation, climate change, and digital disruption has significantly affected economic stability and sustainability worldwide. This study aims to analyze the role of Islamic economics in addressing global uncertainty through a Systematic Literature Review (SLR) focusing on resilience, sustainability, and financial stability. The study applies the PRISMA approach by systematically identifying, screening, and analyzing relevant publications from international academic databases. The findings indicate that Islamic economics contributes to economic resilience through risk-sharing mechanisms, prohibition of speculative transactions, and integration with the real economic sector. Islamic financial instruments such as Islamic banking, sukuk, zakat, and waqf also play important roles in supporting sustainable development and strengthening social welfare during periods of economic instability. Furthermore, current research trends highlight the growing relevance of fintech syariah, digital transformation, and sustainable Islamic finance. However, research related to artificial intelligence, ESG integration, climate risk, and geopolitical uncertainty within Islamic economics remains limited. This study provides theoretical and practical contributions for developing a more resilient and sustainable economic system based on Islamic economic principles.
Analisis Potensi Pedagang Kaki Lima di Tanjung Lingkungan Hotel Mina Tanjung Lombok Utara Tahun 2026 Panji Rizki Kurniawan; Evi Rosdiyanti; Supratman
Journal of Tabulation Economic Data Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Bisnis Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67462/34n5eq22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanjung, khususnya di lingkungan Hotel Mina Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, tahun 2026. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik pedagang, jenis usaha, tingkat pendapatan, serta hubungan antarvariabel yang memengaruhi potensi ekonomi sektor informal tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan dukungan analisis statistik parametrik dan nonparametrik. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor kuliner mendominasi jumlah pedagang dengan proporsi terbesar, diikuti oleh usaha minuman, aksesoris, dan jasa. Sektor kuliner juga memiliki rata-rata pendapatan tertinggi sebesar Rp250.000 per hari. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa hubungan antara jenis usaha dan kategori pendapatan tidak signifikan secara statistik dengan nilai p>0,05p > 0,05p>0,05. Namun demikian, uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara jumlah pedagang dan tingkat pendapatan dengan koefisien korelasi sebesar r=0,998r = 0,998r=0,998. Hasil regresi linear sederhana memperlihatkan bahwa peningkatan jumlah pedagang berpengaruh positif terhadap kenaikan pendapatan. Temuan ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi PKL di kawasan Hotel Mina Tanjung tergolong tinggi, terutama didukung oleh lokasi yang strategis dan tingginya aktivitas wisata. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas, penataan ruang, akses air bersih, pengelolaan sampah, dan akses modal usaha. Oleh karena itu, diperlukan intervensi kebijakan berupa penataan kawasan, penyediaan fasilitas pendukung, pembinaan usaha, serta penguatan kelembagaan UMKM agar aktivitas ekonomi informal dapat berkembang secara berkelanjutan