zakiah rahmi Siagian
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Inflasi, Nilai Tukar, dan Ekspor CPO terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Pendekatan Error Correction Model (ECM) Muslim marpaung; Habib Fitrah; iqbal mustaqim; maria della siregar; muhammad yahya; zakiah rahmi Siagian
YUME : Journal of Management Vol 9, No 2
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i2.12157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (M2), inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu negara dan dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, baik dari sisi moneter maupun sektor eksternal. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series yang diperoleh dari publikasi resmi Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), dan sumber terkait lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar (M2) berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Inflasi menunjukkan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi karena kenaikan harga yang berlebihan dapat menurunkan daya beli masyarakat dan menghambat aktivitas investasi. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana stabilitas nilai tukar menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan perdagangan dan investasi. Sementara itu, ekspor CPO berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan devisa negara, pendapatan nasional, serta aktivitas sektor-sektor ekonomi yang terkait dengan industri kelapa sawit. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel jumlah uang beredar, inflasi, nilai tukar, dan ekspor CPO merupakan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan moneter yang tepat, pengendalian inflasi yang efektif, stabilisasi nilai tukar, serta penguatan daya saing ekspor CPO untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan otoritas terkait dalam merumuskan kebijakan ekonomi makro di Indonesia.