Mahmuddah Dewi Edmawati
Universitan Veteran Bangun Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ECO-ACTIVITY PEMBELAJARAN MENGENAL TANAMAN HERBAL PADA ANAK USIA DINI Warih Anggi Pratiwi; Arip Prehatiningsih; Mahmuddah Dewi Edmawati; Raya Qoirun Fatqul Hidayah; Putri Ambar Arum Rozita Asri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.10653

Abstract

This study aims to develop an eco-activity innovation for introducing herbal plants to children aged 5–6 years. The research employs a Research and Development (R&D) method using the 4-D development model, which includes the stages of define, design, develop, and disseminate. The research subjects consist of material and media expert validators, as well as users, namely teachers and early childhood students in several kindergartens in Sukoharjo Regency. Data collection techniques include questionnaires and documentation, while data analysis is conducted using descriptive quantitative and qualitative approaches, with validity testing using Aiken’s V.The results indicate that the developed eco-activity product focuses on activities introducing herbal plants to children, including making traditional herbal drinks (jamu) and planting herbal plants. Expert validation results show that Aiken’s V values range from 0.5 to 1.00, categorized as valid. Meanwhile, feasibility and practicality tests conducted by teachers obtained an average score of 4.9, categorized as highly feasible and highly practical. The implementation of the activities shows an increase in children’s understanding of the types, characteristics, and benefits of herbal plants, as well as the development of environmental awareness. In addition, children appear more active, enthusiastic, and directly involved in the learning process. Therefore, eco-activity can serve as an innovative and effective alternative learning activity to introduce environmental concepts from an early age through meaningful hands-on experiences. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi eco-activity dalam pengenalan tanaman herbal pada anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli materi dan media, serta pengguna yaitu guru dan anak usia dini di beberapa Taman Kanak-Kanak di Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan uji validitas menggunakan Aiken’s V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan eco-activity kegiatan mengenal tanaman herbal pada anak, kegiatannya membuat jamu dan menamam tanaman herbal. Hasil validasi ahli menunjukkan nilai Aiken’s V verada pada angka 0.5 – 1.00 pada kategori valid, sedangkan uji kelayakan dan kepraktisan oleh guru memperoleh rata-rata skor 4,9 dengan kategori sangat layak dan sangat praktis. Implementasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak terhadap jenis, ciri, dan manfaat tanaman herbal, serta tumbuhnya sikap peduli lingkungan. Selain itu, anak terlihat lebih aktif, antusias, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Eco-activity dapat menjadi alternatif aktivitas pembelajaran inovatif yang efektif dalam mengenalkan konsep lingkungan hidup sejak dini melalui pengalaman langsung yang bermakna.  
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU PAUD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN ACTIVITY PEMBELAJARAN EKOLITERASI BERBASIS BUDAYA LOKAL SUKOHARJO Arip Prehatiningsih; Warih Anggi Pratiwi; Mahmuddah Dewi Edmawati; Afdhya Candra Pramesti Utama; Sherli Eka Wijayanti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10643

Abstract

This Community Service Program (PKM) is motivated by the limited ability of early childhood education (PAUD) teachers to implement ecoliteracy-based learning integrated with local culture, particularly in the Banowati Cluster, Sukoharjo Regency. Learning practices tend to be academic-oriented and less contextual, resulting in the underutilization of environmental and local cultural potential as learning resources. The focus of this program is to enhance teachers’ competencies in designing and implementing ecoliteracy-based learning activities rooted in Sukoharjo’s local culture. The implementation method employs a participatory approach through five stages: coordination and timeline preparation, procurement of learning materials, teacher training, implementation mentoring, evaluation and follow-up planning, and and reports. The results indicate an improvement in teachers’ understanding and skills in integrating ecoliteracy concepts with local cultural elements, such as activities involving preparation batik-making. Furthermore, teachers were able to conduct more contextual, interactive, and meaningful learning, which positively impacted children’s engagement and enthusiasm. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan guru PAUD dalam mengimplementasikan pembelajaran ekoliterasi yang terintegrasi dengan budaya lokal, khususnya di Gugus Banowati Kabupaten Sukoharjo. Pembelajaran yang dilakukan cenderung bersifat akademis dan kurang kontekstual, sehingga potensi lingkungan dan budaya lokal belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber belajar. Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan activity pembelajaran ekoliterasi berbasis budaya lokal Sukoharjo. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui enam tahapan, yaitu koordinasi dan penyusunan timeline, pengadaan kebutuhan pelatihan, pelatihan kemampuan guru, pendampingan implementasi, evaluasi pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan konsep ekoliterasi dengan budaya lokal, seperti melalui aktivitas mengenalkan membatik. Selain itu, guru mampu melaksanakan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna, yang berdampak pada meningkatnya keterlibatan dan antusiasme anak dalam proses belajar.