Toner merupakan sediaan kosmetik untuk membersihkan wajah dan mencegah munculnya jerawat. Jerawat adalah kondisi kulit yang umum dialami oleh setiap orang baik pada usia remaja maupun dewasa. Munculnya jerawat pada wajah umumnya sangat mengganggu. Salah satunya penyebab munculnya jerawat pada wajah adalah karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Biji papaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Namun, penggunaan biji pepaya dalam sediaan kosmetik, seperti toner, masih memerlukan kajian terutama stabilitas fisika kimianya dan efektivitas antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisika kimia Toner anti jerawat ekstrak biji pepaya California (Carica papaya L.) meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, dan uji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstraksi biji papaya California dilakukan dengan metode maserasi. Formulasi Toner ekstrak biji pepaya California (Carica papaya L.) dibuat dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, dan 3%. Toner diuji stabilitasny selama 15 hari masa penyimpanan dan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi cakram. Hasil uji organoleptis dan homogenitas pada semua formulasi menunjukkan tidak ada perubahan selama penyimpanan. Hasil uji pH selama 15 hari pada F1 sebesar 5,59±0,25, pada F2 sebesar 5,50±0,26 dan F3 sebesar 5,23±0,17. Hasil uji aktivitas antibakteri hari ke-0 pada F0 sebesar 0 mm, F1 sebesar 1,42 mm, F2 sebesar 1,31 mm, dan F3 sebesar 3,64 mm sedangkan hasil uji ke-2 pada pada hari ke-15 F0 sebesar 0 mm, F1 sebesar 1,03 mm, F2 sebesar 3,10 mm dan F3 0,51 mm. Semua formulasi memiliki stabilitas fisika kimia yang baik dengan nilai pH yang memenuhi syarat sediaan. Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh semua formulasi namun dengan kategori sangat lemah.