Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK AKAR METANOLIK UNCARIA GAMBIR ROXB.: BUKTI DARI UJI PENANGKAPAN RADIKAL DPPH Silvy Arundita; Rahmayati Rusnedy
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia (JPFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v15i1.2239

Abstract

The root of Uncaria gambir Roxb. remains relatively underutilized despite its potential as a source of phenolic compounds with significant biological activities. This study aimed to evaluate the antioxidant activity of the methanolic root extract of U. gambir using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) radical scavenging assay. Dried roots were extracted by maceration with 70% methanol, yielding 10.64% extract. Antioxidant activity was assessed at five concentration levels (6.25, 3.125, 1.562, 0.781, and 0.39 µg/mL). The extract exhibited a concentration-dependent increase in DPPH radical scavenging activity, demonstrating a strong linear correlation between concentration and percentage inhibition. The IC₅₀ value of the extract was determined to be 12.55 ± 0.01 µg/mL. For comparison, gallic acid as a positive control showed a lower IC₅₀ value of 3.06 ± 0.05 µg/mL, indicating stronger antioxidant activity as expected for a pure phenolic compound. Levene’s test indicated homogeneity of variances (p > 0.05). An independent samples t-test showed a significant difference in IC₅₀ values between the extract and gallic acid groups (p < 0.05). Although the extract displayed lower potency than gallic acid, its activity can be classified as strong. These findings provide preliminary evidence supporting the potential of U. gambir roots as a natural antioxidant source and warrant further phytochemical investigations to identify the bioactive constituents responsible for the observed activity.
Inovasi Serbuk Jamu dari Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) sebagai Obat Tradisonal Silvy Arundita; Seftika Sari; Musyirna Rahmah Nasution; Abrar Hafudz Qalbi; Adinda Rusyamsi; Amanda Putri Pratiwi; Cindy Ayu Lestari; Cindy Novia R; Denisya Anggraini; Dessy Novita Sari; Desvica Fitriyani Putri; Dheanita Liana; Elvi Nurjannah
Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/gabdimas.v4i1.1373

Abstract

Rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dikenal memiliki spektrum manfaat kesehatan yang luas. Namun, pemanfaatannya di masyarakat sebagian besar masih dalam bentuk konvensional (seperti rebusan atau jamu cair) yang dinilai kurang praktis. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada solusi inovatif yaitu pengolahan jahe merah segar menjadi sediaan serbuk instam jamu siap seduh. Serbuk jamu ini diproses menggunakan metode pengeringan pada suhu terkontrol (suhu rendah) dan penggilingan halus. Metode ini dipilih untuk meminimalkan degradasi dan menjaga stabilitas kandungan senyawa aktifnya. Sediaan akhir dikemas secara higienis dalam kemasan zip-lock yang dirancang menarik dan memudahkan konsumen dalam penyajian. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan khalayak sasaran mengenai khasiat jahe merah serta memberikan edukasi dan pelatihan langsung tentang teknik produksi jamu dalam bentuk serbuk instan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan praktik (demonstrasi) yang bertempat di Stadion Utama Riau dengan melibatkan 46 responden.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% responden  telah memiliki kesadaran awal mengenai manfaat jahe merah bagi kesehatan. Namun, sebelum penyuluhan, hanya 33% responden yang menyadari potensi pengolahan jahe merah menjadi jamu serbuk instan.