Salsa Hauna Ajidin
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB BERBASIS CEFR C1-C2 DAN HOTS SISWA KELAS X KURIKULUM MERDEKA Suci Noor Khaliza; Oktavia Dwi Lestari; Salsa Hauna Ajidin; Ahmad Riyadissolihin; Riyan Mastura
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.13700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta mengembangkan instrumen penilaian maharah istima’ berbasis Common European Framework of Reference (CEFR) level C1-C2 dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada buku ajar Bahasa Arab kelas X Kurikulum Merdeka terbitan Erlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Data diperoleh melalui analisis dokumen dan divalidasi oleh ahli materi, ahli evaluasi pembelajaran, dan ahli bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang terdapat dalam buku ajar masih didominasi oleh soal-soal yang mengukur kemampuan memahami informasi secara literal dan berada pada level CEFR A1-A2 serta LOTS (C1-C2). Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan analitis, evaluatif, dan kreatif peserta didik belum terukur secara optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengembangkan instrumen penilaian yang mengintegrasikan deskriptor CEFR level C1-C2 dan indikator HOTS melalui aktivitas menyimpulkan gagasan utama, menganalisis informasi tersirat, mengevaluasi isi teks, serta menghasilkan gagasan baru berdasarkan materi simakan. Pengembangan instrumen ini memberikan alternatif asesmen yang lebih relevan untuk mengukur kompetensi komunikatif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran bahasa Arab.
Arabic Religious Expressions in Indonesian Digital Da'wah Content: A Stylistic and Multimodal Analysis Salsa Hauna Ajidin; Yanda Rismawati; Mufidah Asri Azizah; Asep Ajidin; Farhan Alfaruq Ajidin
Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT) Vol. 4 No. 3 (2026): Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jallt.v4i3.554

Abstract

The expansion of digital da'wah has increased the circulation and multimodal presentation of Arabic religious expressions in Indonesian online communication. This study examines how Arabic expressions are linguistically and multimodally recontextualized in Indonesian digital da'wah, with particular attention to the relationship between religious authority and communicative accessibility. Using qualitative multimodal content analysis, the study analyzes a purposively selected corpus of 15 publicly accessible da'wah videos published on YouTube, Instagram Reels, and TikTok between 2022 and 2024. The unit of analysis is a multimodal segment in which an Arabic expression occurs together with Indonesian verbal context and/or visual-auditory resources. The analysis distinguishes linguistic form, script representation, Arabic-Indonesian switching, and multimodal presentation rather than treating them as a single variety of 'popular Arabic.' The findings identify four recurring patterns: the use of formulaic and source-based Arabic expressions, orthographic recontextualization through Latin transliteration, Arabic-Indonesian switching, and the orchestration of subtitles, text overlays, repetition, prosody, and other visual-auditory resources. These patterns suggest an authority-accessibility alignment in which Arabic can index religious authority while Indonesian explanation and multimodal scaffolding can make messages more accessible. Because the study does not measure audience reception or learning outcomes, its pedagogical implications are framed as potential affordances for noticing and vocabulary exposure rather than demonstrated language acquisition.