Abstrak: Permasalahan kesehatan yang mendominasi pada kelompok usia remaja putri adalah Anemia. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Selain pemeriksaan laboratorium, anemia dapat menimbulkan manifestasi klinis pada rongga mulut, seperti glositis, mukosa pucat, dan stomatitis aftosa rekuren (SAR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan rongga mulut. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Ngasem Kediri dengan melibatkan 71 siswi. Metode yang digunakan meliputi edukasi mengenai penyebab, gejala, pencegahan anemia, dan manifestasi oral anemia, dilanjutkan dengan pemeriksaan rongga mulut menggunakan kaca mulut, tongue spatula, dan senter. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait anemia berdasarkan diskusi dan tanya jawab setelah edukasi. Pemeriksaan rongga mulut menemukan 3 siswi (4,2%) mengalami glositis ringan dan 4 siswi (5,6%) mengalami stomatitis aftosa rekuren, sedangkan sebagian besar peserta menunjukkan kondisi rongga mulut normal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pemeriksaan rongga mulut dapat menjadi metode sederhana yang bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran serta mendukung deteksi dini anemia pada remaja putri di lingkungan sekolah.Abstract: Anaemia is still a major health concern among teenage females because of increased iron demand during growth and blood loss during menstruation. In addition to laboratory results, anemia can cause clinical indicators in the oral cavity, such as pale mucosa, glossitis, and recurrent aphthous stomatitis (RAS). The objectives of this community service initiative are to raise awareness of anemia among teenage girls and encourage early detection through oral cavity exams. The event took place at SMKN 1 Ngasem Kediri and involved 71 female students. The oral cavity was examined using a mouth mirror, tongue spatula, and torch following education on the causes, symptoms, prevention, and oral manifestations of anemia. Descriptive analysis of the data was done using percentages and frequency distributions. Based on discussions and post-session question responses, the activity's outcomes indicated improved participants' comprehension of anemia. Oral examinations showed that while most participants had normal oral health, three female students (4.2%) had mild glossitis and four (5.6%) had recurrent aphthous stomatitis. This exercise shows how oral cavity exams and education can be straightforward but powerful ways to promote early anemia identification among teenage girls in school environments.