Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DAN INOVASI DALAM DUNIA KERJA VOKASI DI SEKOLAH SMK N 2 KOLAKA UTARA Rosti Rosti; Haerul Haerul; Teisel Umpain; Laode Karlan; Muh. Khusnul Hasyani; Deswita Deswita; Mauliah Putri Cahyani; Nur Ayuh Lestari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1948-1958

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan pedagogik, serta pengalaman praktis mengajar secara langsung di lingkungan sekolah. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada perkembangan era Industri 4.0 yang menuntut adanya integrasi teknologi digital, khususnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), dalam dunia pendidikan vokasi. Implementasi AI dipandang sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat kompetensi peserta didik, serta menyiapkan lulusan yang memiliki kesiapan optimal menghadapi dunia kerja berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif implementasi Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran sekaligus sebagai inovasi dalam proses pendidikan vokasi di SMK Negeri 2 Kolaka Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wawo, Kecamatan wawo, Kabupaten Kolaka Utara pada tanggal 9 Februari –14 Februari 2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, diskusi kelompok, serta interaksi pembelajaran berbasis teknologi antara mahasiswa PKM Universitas Sembilanbelas November Kolaka dan peserta didik, dengan memanfaatkan perangkat digital dan berbagai aplikasi berbasis AI untuk mendukung proses belajar mengajar di kelas secara efektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuat pemahaman terhadap materi pembelajaran, serta meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu, penggunaan AI juga membantu guru dalam penyajian materi, pemberian latihan interaktif, serta evaluasi hasil belajar secara lebih cepat dan efisien. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan vokasi menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri. Dengan demikian, implementasi Artificial Intelligence dalam kegiatan PKM memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan kerja siswa
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LAMUNDE MELALUI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT BERBASIS EDUKASI, AKTIVITAS FISIK, DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Ernawati; Muhammad Haikal; Andi Sumange; Sarah Alvia; Eva Melky; Andi Rifqi; Nuralda; Fivrianti Saputri; Mirdawati; Haerul Haerul
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v7i2.33799

Abstract

Promosi kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan praktis yang mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendukung penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui kegiatan promotif dan preventif terpadu di Desa Lamunde, Kecamatan Tinondo. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan tim PkM USN Kolaka, pusat kesehatan masyarakat, pemerintah desa, dan masyarakat. Kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, senam bersama, dan edukasi mengenai pola hidup sehat. Sebanyak 50 masyarakat berpartisipasi secara langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlaksanaan berdasarkan indikator kegiatan yang telah ditetapkan dan didukung dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh komponen kegiatan terlaksana dengan baik. Pemeriksaan kesehatan memberikan akses terhadap layanan kesehatan dasar, senam bersama mendorong partisipasi langsung dalam aktivitas fisik, dan edukasi kesehatan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai praktik hidup sehat. Integrasi pemeriksaan kesehatan, aktivitas fisik, dan edukasi kesehatan menunjukkan pendekatan yang relevan untuk mendukung promosi kesehatan berbasis masyarakat. Keberlanjutan kegiatan memerlukan kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, pemerintah desa, dan pusat kesehatan masyarakat.