Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran edukasi anti-bullying dalam meningkatkan kesadaran peserta didik di SMA Negeri 1 Latambaga Ana Mustika; Elsha Febrianti S; Nurfa Putri Nahrani; Andi Sumange; Imel Permatasari; Afrida Afrida; Mustahang Mustahang; Nurul Haeniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38885

Abstract

Abstrak Bullying merupakan permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan emosional, sosial, serta akademik peserta didik. Kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perilaku ini masih terjadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik mengenai bullying melalui edukasi anti-bullying. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Latambaga dengan melibatkan 33 siswa kelas X sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan edukasi, serta evaluasi melalui pre-kuesioner dan post-kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait pengertian, jenis, dampak, serta upaya pencegahan bullying. Siswa yang sebelumnya hanya mengenali bullying dalam bentuk fisik, setelah kegiatan mampu memahami berbagai bentuk bullying seperti verbal, sosial, dan cyberbullying. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa untuk menghindari perilaku bullying serta menumbuhkan sikap empati dan saling menghargai antar sesama. Dengan demikian, edukasi anti-bullying terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran peserta didik serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kata kunci: bullying; edukasi; kesadaran siswa; sekolah. Abstract Bullying is a common issue in the school environment that can negatively affect students' emotional, social, and academic development. The lack of students’ understanding regarding the forms and impacts of bullying is one of the factors contributing to its occurrence. This community service activity aims to increase students’ awareness and understanding of bullying through anti-bullying education. The activity was conducted at SMA Negeri 1 Latambaga involving 33 tenth-grade students as participants. The method used included problem identification, planning, implementation of educational activities, and evaluation through pre-questionnaire and post-questionnaire. The results showed an improvement in students’ understanding of the definition, types, impacts, and prevention of bullying. Students who initially only recognized physical bullying were later able to identify various forms such as verbal, social, and cyberbullying. In addition, the activity increased students’ awareness to avoid bullying behavior and fostered empathy and mutual respect among peers. Therefore, anti-bullying education is proven to be effective in enhancing students’ awareness and supporting the creation of a safe and comfortable school environment. Keywords: bullying; education; student awareness; school
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LAMUNDE MELALUI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT BERBASIS EDUKASI, AKTIVITAS FISIK, DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Ernawati; Muhammad Haikal; Andi Sumange; Sarah Alvia; Eva Melky; Andi Rifqi; Nuralda; Fivrianti Saputri; Mirdawati; Haerul Haerul
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v7i2.33799

Abstract

Promosi kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan praktis yang mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendukung penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui kegiatan promotif dan preventif terpadu di Desa Lamunde, Kecamatan Tinondo. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan tim PkM USN Kolaka, pusat kesehatan masyarakat, pemerintah desa, dan masyarakat. Kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, senam bersama, dan edukasi mengenai pola hidup sehat. Sebanyak 50 masyarakat berpartisipasi secara langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlaksanaan berdasarkan indikator kegiatan yang telah ditetapkan dan didukung dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa seluruh komponen kegiatan terlaksana dengan baik. Pemeriksaan kesehatan memberikan akses terhadap layanan kesehatan dasar, senam bersama mendorong partisipasi langsung dalam aktivitas fisik, dan edukasi kesehatan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai praktik hidup sehat. Integrasi pemeriksaan kesehatan, aktivitas fisik, dan edukasi kesehatan menunjukkan pendekatan yang relevan untuk mendukung promosi kesehatan berbasis masyarakat. Keberlanjutan kegiatan memerlukan kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, pemerintah desa, dan pusat kesehatan masyarakat.