Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN KEGIATAN DAKWAH BKPRMI DALAM MEMBINA PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA KECAMATAN MEDAN DENAI Nesa Tri Utami; Dika Sahputra
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6974

Abstract

Lemahnya konsistensi keterlibatan remaja dalam aktivitas masjid menuntut perencanaan dakwah yang tidak hanya berfokus pada penyusunan program, tetapi juga mampu mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan. Berangkat dari persoalan tersebut, kajian ini menganalisis perencanaan kegiatan dakwah BKPRMI Kecamatan Medan Denai serta kontribusinya terhadap pembinaan perilaku keagamaan remaja. Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai proses tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan. Empat informan dipilih secara purposif, yang terdiri atas ketua, pengurus bidang dakwah, dan anggota BKPRMI. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah meliputi penetapan visi, misi, dan tujuan, analisis kondisi mad’u, perumusan target yang realistis, penyediaan sarana dan alternatif kegiatan, pemilihan metode, serta penetapan sasaran dakwah. Perencanaan tersebut diwujudkan melalui program Maghrib Mengaji, MABIT, pelatihan Al-Qur’an, Jumat Berkah, olahraga remaja, dan dakwah digital. Pelaksanaan program-program tersebut berkontribusi terhadap penguatan akidah, ibadah, pengetahuan agama, pengalaman spiritual, dan akhlak sosial remaja. Meskipun demikian, partisipasi sebagian remaja masih dipengaruhi oleh dorongan orang tua dan teman sebaya, serta menghadapi kendala berupa keterbatasan dana dan koordinasi organisasi. Temuan tersebut perlu dipahami dengan mempertimbangkan keterbatasan kajian yang hanya mencakup satu organisasi dalam satu wilayah sehingga belum dapat digeneralisasikan secara luas. Oleh karena itu, studi komparatif dan longitudinal diperlukan untuk menilai perubahan religiusitas remaja secara berkelanjutan. Pada tataran praktis, BKPRMI perlu memperkuat evaluasi program, pendampingan personal, kaderisasi, serta pengembangan strategi digital yang partisipatif. Secara konseptual, kajian ini menempatkan perencanaan dakwah sebagai mekanisme religious socialization yang mampu mengarahkan perubahan dari kepatuhan ritual menuju religiositas yang terinternalisasi. Dengan demikian, masa depan dakwah remaja bergantung pada desain program yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada pembentukan kesadaran religius intrinsik.
Strategi Majelis Taklim Al-Kamal Medan Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kurikulum Nesa Tri Utami; Abdullah Habib Nasution; Ibnusyah Sitompul; Aisyah Ramadhani; Hendra Kurniawan
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i1.2262

Abstract

This research discusses how the Medan Al-Kamal Taklim Council implements strategies to improve the quality of human resources (HR) and develop non-formal education curricula. The Taklim Council implements structured learning, trains ustadz/ustadzah, develops administrators, and actively involves the congregation in study activities. The curriculum is adapted to social conditions, technology and current challenges, including classical religious material, digital literacy, Islamic life skills and sharia entrepreneurship. Routine evaluation and understanding the needs of the congregation are part of the strategy to make learning more relevant and useful. The research results show that improving human resources and appropriate curriculum makes the congregation better understand religion, more skilled and more active in participating. In this way, the Al-Kamal Taklim Council is able to become a non-formal educational institution that is adaptive, productive and has a positive impact on the congregation and society. Keywords: Taklim Council, Human Resources, Curriculum, Non-formal Education, Da'wah Strategy