Tony Mirza
STIA & P- Ads Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAPASITAS PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME KERJA PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KOTA PALEMBANG Masayu Adiah; Tony Mirza; Jailani Jailani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11643

Abstract

Complaints regarding suboptimal personnel administration services due to suboptimal employee work quality standards are the background to this research. This problem requires institutional strengthening to realize good governance. The focus of this research is to analyze employee capacity development through indicators of education, training, and work experience in improving professionalism at the Palembang City Civil Service and Human Resources Development Agency. The research steps were conducted using a descriptive method with a qualitative approach, where data collection was sourced from direct interviews with six informants consisting of the head of the agency, secretary, sub-section head, and four civil servants. The research findings indicate that capacity development through formal education, functional training, and technical training has been running quite well, however, participation in structural training is still hampered by permission from leaders and employee personal unpreparedness. The main conclusion confirms that the level of professionalism of the apparatus in this agency is adequate because employees have understood their main duties and are committed to working according to standard operating procedures. Nevertheless, the agency needs to continue to promote periodic structural training programs and provide recommendations for senior employees to mitigate the limitations of technical skills in the field on an ongoing basis. ABSTRAK Keluhan terkait pelayanan administrasi kepegawaian yang belum maksimal akibat kurang optimalnya standar kualitas kerja pegawai melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya penguatan kelembagaan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengembangan kapasitas pegawai melalui indikator pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja dalam meningkatkan profesionalisme pada Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palembang. Langkah penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data bersumber dari wawancara langsung kepada enam informan yang terdiri atas kepala badan, sekretaris, kasubbag, serta empat pegawai negeri sipil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas melalui jalur pendidikan formal, diklat fungsional, dan teknis telah berjalan cukup baik, namun keikutsertaan dalam diklat struktural masih terkendala izin pimpinan serta ketidaksiapan personal pegawai. Simpulan utama menegaskan bahwa tingkat profesionalisme kerja aparatur di instansi ini sudah memadai karena pegawai telah memahami tugas pokoknya dan berkomitmen bekerja sesuai standar operasional prosedur. Meskipun demikian, instansi perlu terus mendorong program diklat struktural secara berkala dan memberikan rekomendasi bagi pegawai senior guna memitigasi keterbatasan keterampilan teknis di lapangan secara berkelanjutan.    
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR LURAH 26 ILIR PALEMBANG Jailani Jailani; Masayu Adiah; Tony Mirza
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8874

Abstract

The problem of suboptimal employee performance at the 26 Ilir Village Office in Palembang, characterized by service inefficiencies and administrative errors, is often rooted in barriers in the interpersonal communication process. This study aims to analyze in depth the role of interpersonal communication in improving employee performance using Joseph A. DeVito's theoretical framework, which includes the elements of communicator, message, channel, feedback, context, interference, and effect. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The results indicate that interpersonal communication plays a crucial role, not only as a means of transmitting information but also as a key catalyst in building coordination, motivation, and work commitment. Effective communication is supported by an open leadership style, a family-like work culture, and intense face-to-face interactions, although obstacles such as differences in perception and technical glitches remain. It is concluded that the implementation of adaptive and collaborative interpersonal communication can minimize these barriers, thereby significantly improving employee discipline and the quality of public services in the village. ABSTRAKPermasalahan kinerja pegawai yang belum optimal di Kantor Lurah 26 Ilir Palembang, yang ditandai dengan inefisiensi pelayanan dan kesalahan administrasi, sering kali berakar pada hambatan dalam proses komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan menggunakan kerangka teori Joseph A. DeVito yang meliputi elemen komunikator, pesan, saluran, umpan balik, konteks, gangguan, dan efek. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memegang peranan krusial, tidak hanya sebagai sarana transmisi informasi, tetapi juga sebagai katalisator utama dalam membangun koordinasi, motivasi, dan komitmen kerja. Efektivitas komunikasi didukung oleh gaya kepemimpinan yang terbuka, budaya kerja kekeluargaan, dan intensitas interaksi tatap muka, meskipun masih terdapat kendala berupa perbedaan persepsi dan gangguan teknis. Disimpulkan bahwa implementasi komunikasi interpersonal yang adaptif dan kolaboratif mampu meminimalisir hambatan tersebut, sehingga secara signifikan meningkatkan kedisiplinan pegawai serta kualitas pelayanan publik di lingkungan kelurahan.