Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Berat Bibit Awal Terhadap Dinamika Metabolik Pada Gracilaria Verrucosa Sri Muliani Wahdaningsih; Sri Mulyani; Suryawati Salam
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v8i2.6454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara berat bibit awal dan rasio RNA/DNA pada Gracilaria verrucosa, rumput laut yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan menggunakan Desain Acak Lengkap (CRD), empat berat bibit awal yang berbeda (50g, 75g, 100g, dan 125g) diuji, dan rasio RNA/DNA diukur pada akhir periode budidaya selama 49 hari. Hasil menunjukkan bahwa bibit yang lebih ringan (50 g/ikat) memiliki rasio RNA/DNA tertinggi, yang mengindikasikan aktivitas metabolik yang lebih tinggi, sementara bibit yang lebih berat (100 g/ikat dan 125 g/ikat) menunjukkan penurunan rasio RNA/DNA, mengindikasikan penurunan fleksibilitas metabolik. Temuan ini menyoroti pada bibit yang lebih besar, terjadi peralihan alokasi energi beralih menuju pemeliharaan daripada proses metabolik. Variabilitas pada bibit yang lebih berat (125 g/ikat) menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mendorong perbedaan ini. Penelitian ini berkontribusi pada praktik akuakultur dengan menunjukkan bagaimana berat bibit mempengaruhi pertumbuhan dan aktivitas metabolik. Memahami hubungan ini dapat mengarah pada manajemen bibit yang lebih efisien dan hasil budidaya yang lebih baik. Penelitian lebih lanjut perlu mengeksplorasi interaksi faktor lingkungan dan variasi genetik dengan berat bibit untuk mengoptimalkan strategi budidaya. This research aims to explore the relationship between initial seed weight and RNA/DNA ratio in Gracilaria verrucosa, a seaweed with high economic value. Using a Completely Randomized Design (CRD), four different initial seed weights (50 g, 75 g, 100 g, and 125 g) were tested, and the RNA/DNA ratio was measured at the end of the 49-day cultivation period. The results showed that lighter seedlings (50 g/bundle) had the highest RNA/DNA ratio, indicating higher metabolic activity, while heavier seedlings (100 g/bundle and 125 g/bundle) showed a decrease in the RNA/DNA ratio, indicating a decrease in metabolic flexibility. These findings highlight that in larger fry, there is a shift in energy allocation towards maintenance rather than metabolic processes. The variability in heavier fry (125 g/batch) underscores the necessity for additional research to elucidate the factors influencing these disparities. This research contributes to aquaculture practices by showing how seedling weight affects growth and metabolic activity. Understanding this relationship can lead to more efficient seedling management and better cultivation results. Further research is needed to explore the interaction of environmental factors and genetic variation with seedling weight to optimize cultivation strategies.
PENGGUNAAN SUMBERDAYA USAHA TAMBAK DALAM PENINGKATAN PRODUKSI TAMBAK IKAN BANDENG Chanos chanos DI DESA MANAKKU KECAMATAN LABAKKANG KABUPATEN PANGKEP Rostiana Andi Abdullah; Suryawati Salam; Nur Asia Umar
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v8i2.6825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas tambak, jumlah benih, pakan, tenaga kerja, dan pupuk terhadap produksi tambak ikan bandeng (Chanos chanos) di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Metode penelitian menggunakan survei terhadap 75 petani tambak yang dipilih secara acak dari 302 populasi. Data dianalisis menggunakan model regresi linier berganda Cobb-Douglas, uji efisiensi alokasi faktor produksi, dan analisis optimalisasi input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel input secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi (F-hitung 13,917 > F-tabel 1,99; R² = 0,815). Secara parsial, benih, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh nyata, sedangkan luas tambak dan pakan tidak signifikan. Produksi rata-rata 148,4 kg/ha/musim belum optimal, dan peningkatan input benih menjadi 1.809,11 kg/ha, pakan 5,535 kg/ha, tenaga kerja 62,96 orang, serta luas tambak 22,17 ha dapat meningkatkan produksi menuju kapasitas optimal. This research aims to analyze the effect of pond area, number of seeds, feed, labor, and fertilizer on milkfish (Chanos chanos) pond production in Manakku Village, Labakkang District, Pangkep Regency. The research method used a survey of 75 pond farmers randomly selected from a population of 302. The data were analyzed using the Cobb-Douglas multiple linear regression model, the efficiency test for allocating production factors, and the input optimization analysis. The results showed that all five input variables simultaneously had a significant effect on production (F-count 13.917 > F-table 1.99; R² = 0.815). Partially, seeds, fertilizer, and labor had a significant effect, while the pond area and feed were not. The average production of 148.4 kg/ha/season is not yet optimal, and increasing seed input to 1,809.11 kg/ha, feed to 5.535 kg/ha, labor to 62.96 people, and pond area to 22.17 ha can increase production toward optimal capacity.