Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas tambak, jumlah benih, pakan, tenaga kerja, dan pupuk terhadap produksi tambak ikan bandeng (Chanos chanos) di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Metode penelitian menggunakan survei terhadap 75 petani tambak yang dipilih secara acak dari 302 populasi. Data dianalisis menggunakan model regresi linier berganda Cobb-Douglas, uji efisiensi alokasi faktor produksi, dan analisis optimalisasi input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel input secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi (F-hitung 13,917 > F-tabel 1,99; R² = 0,815). Secara parsial, benih, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh nyata, sedangkan luas tambak dan pakan tidak signifikan. Produksi rata-rata 148,4 kg/ha/musim belum optimal, dan peningkatan input benih menjadi 1.809,11 kg/ha, pakan 5,535 kg/ha, tenaga kerja 62,96 orang, serta luas tambak 22,17 ha dapat meningkatkan produksi menuju kapasitas optimal. This research aims to analyze the effect of pond area, number of seeds, feed, labor, and fertilizer on milkfish (Chanos chanos) pond production in Manakku Village, Labakkang District, Pangkep Regency. The research method used a survey of 75 pond farmers randomly selected from a population of 302. The data were analyzed using the Cobb-Douglas multiple linear regression model, the efficiency test for allocating production factors, and the input optimization analysis. The results showed that all five input variables simultaneously had a significant effect on production (F-count 13.917 > F-table 1.99; R² = 0.815). Partially, seeds, fertilizer, and labor had a significant effect, while the pond area and feed were not. The average production of 148.4 kg/ha/season is not yet optimal, and increasing seed input to 1,809.11 kg/ha, feed to 5.535 kg/ha, labor to 62.96 people, and pond area to 22.17 ha can increase production toward optimal capacity.