Drivin D
Sekolah Tinggi Teologi Mamasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Liturgi yang Membebaskan: Upaya Mewujudkan Teologi Yang Kontekstual dan Relevan Bagi Penyandang Disabilitas Stepanus Stepanus; Juffri Kristianta; Rikki Riswanto; Drivin D; Paulus Sugianto
Davar : Jurnal Teologi Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v7i1.260

Abstract

Abstract People with disabilitas often face discrimination in physical access and liturgical engagement in the church, creating a gap between inclusive theology and the reality of ministry. This study aims to examine efforts to realize contextual theology through the design of a leberating liturgy. The study was conducted at the Hermon Panampo Congregation, a Toraja Mamasa church with a significant popilation of people with disabilities. The research method used was a qualitative approach using observation, interviews, and documentation studies. The findings indicate that limited physical access and a lack of special attention in worship services hinder the full participation of people with disabilitas. The study concludes that implementing a leberating liturgy requirs providing comprehensive accessibility and recognizing the dignity of people with disabilitird as subjects of faith. This paper contributes to strengthening the theological foundation for the church to prioritize inclusive ministry as a concrete manifestation of God’s love and justice.   Keywords: contextual theology, liberating liturgy, people with disabilities   Abstrak Penyandang disabilitas sering menghadapi diskriminasi dalam akses fisik dan keterlibatan liturgi di gereja, sehingga menciptakan kesenjangan antara teologi inklusi dan realitas pelayanan. Penelitian ini ini betujuan mengkaji upaya mewujudkan teologi kontekstual melalui perancangan liturgi yang memerdekakan. Penelitian dilakukan di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Hermon Panampo, yang memiliki populasi disabilitas signifikan. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa keterbatasan akses fisik dan kurangnya perhatian khusus dalam tata ibadah menghambat partisipasi penuh jemaat penyandang disabilitas. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi liturgi yang memerdekakan memerlukan penyediaan aksebilitas menyeluruh dan pengakuan terhadap martabat disabilitas sebagai subyek iman. Tulisan ini memberikan konstribusi dalam memperkuat landasan teologis bagi gereja untuk mengutamakan pelayananan inklusif sebagai wujud nyata kasih dan keadilan Allah.   Kata kunci: teologi kontekstual, liturgi yang memerdekakan, penyandang disabilitas