p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Davar: Jurnal Teologi
Paulus Sugianto
STT Sangkakala Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Liturgi yang Membebaskan: Upaya Mewujudkan Teologi Yang Kontekstual dan Relevan Bagi Penyandang Disabilitas Stepanus Stepanus; Juffri Kristianta; Rikki Riswanto; Drivin D; Paulus Sugianto
Davar : Jurnal Teologi Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v7i1.260

Abstract

Abstract People with disabilitas often face discrimination in physical access and liturgical engagement in the church, creating a gap between inclusive theology and the reality of ministry. This study aims to examine efforts to realize contextual theology through the design of a leberating liturgy. The study was conducted at the Hermon Panampo Congregation, a Toraja Mamasa church with a significant popilation of people with disabilities. The research method used was a qualitative approach using observation, interviews, and documentation studies. The findings indicate that limited physical access and a lack of special attention in worship services hinder the full participation of people with disabilitas. The study concludes that implementing a leberating liturgy requirs providing comprehensive accessibility and recognizing the dignity of people with disabilitird as subjects of faith. This paper contributes to strengthening the theological foundation for the church to prioritize inclusive ministry as a concrete manifestation of God’s love and justice.   Keywords: contextual theology, liberating liturgy, people with disabilities   Abstrak Penyandang disabilitas sering menghadapi diskriminasi dalam akses fisik dan keterlibatan liturgi di gereja, sehingga menciptakan kesenjangan antara teologi inklusi dan realitas pelayanan. Penelitian ini ini betujuan mengkaji upaya mewujudkan teologi kontekstual melalui perancangan liturgi yang memerdekakan. Penelitian dilakukan di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Hermon Panampo, yang memiliki populasi disabilitas signifikan. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa keterbatasan akses fisik dan kurangnya perhatian khusus dalam tata ibadah menghambat partisipasi penuh jemaat penyandang disabilitas. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi liturgi yang memerdekakan memerlukan penyediaan aksebilitas menyeluruh dan pengakuan terhadap martabat disabilitas sebagai subyek iman. Tulisan ini memberikan konstribusi dalam memperkuat landasan teologis bagi gereja untuk mengutamakan pelayananan inklusif sebagai wujud nyata kasih dan keadilan Allah.   Kata kunci: teologi kontekstual, liturgi yang memerdekakan, penyandang disabilitas
Kepemimpinan gereja yang penuh Roh Kudus terhadap pertumbuhan gereja di era kontemporer Alexius Adam; Fajar Kurnia Harefa; Ruth Mbo'oh; Yaterorogo Zebua; Paulus Sugianto
Davar : Jurnal Teologi Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v6i2.220

Abstract

ABSTRACTContemporary church leadership shows a shift from spirituality and commitment to the Word of God toward models oriented to popularity and institutional interests. This shift causes the Church to lose its spiritual essence and transformative power. Therefore, it is necessary to reexamine church leadership based on biblical principles, particularly the role of the Holy Spirit as the primary leader in Christ’s Church. This study aims to understand the concept and characteristics of Spirit-filled church leadership and its implications for contemporary church growth. Using a qualitative literature method, this research analyzes biblical and theological sources. The results show that Spirit-filled leadership is characterized by the fruit of the Spirit (Galatians 5:22–23), Christlike character, humility, wisdom, love, and courage in ministry. Such leadership builds an inclusive, transformative, and mission-centered church. Amid stagnation and secularization, Spirit-filled leadership is a divine calling that is relevant, realistic, and urgently needed. Keywords: Church Leadership, Spirit-Filled, Fruit of the Spirit, Transformative Leadership. AbstrakKepemimpinan gereja masa kini menunjukkan pergeseran dari spiritualitas dan komitmen terhadap Firman Tuhan menuju model yang berorientasi pada popularitas dan institusional. Pergeseran ini membuat gereja kehilangan esensi rohani dan daya transformasinya. Karena itu, perlu ditinjau kembali kepemimpinan gereja berdasarkan prinsip Alkitabiah, khususnya peran Roh Kudus sebagai pemimpin utama dalam gereja Kristus. Penelitian ini bertujuan memahami konsep dan karakteristik kepemimpinan gereja yang penuh Roh Kudus serta implikasinya terhadap pertumbuhan gereja masa kini. Menggunakan metode kualitatif kepustakaan, penelitian ini menelaah sumber Alkitab dan literatur teologi. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan penuh Roh Kudus ditandai oleh buah Roh (Galatia 5:22–23), karakter Kristus, kerendahan hati, hikmat, kasih, dan keberanian dalam pelayanan. Kepemimpinan ini membangun gereja yang inklusif, transformatif, dan berpusat pada misi Allah. Di tengah stagnasi dan sekularisasi, kepemimpinan yang penuh Roh Kudus merupakan panggilan ilahi yang relevan, realistis, dan mendesak. Kata kunci: Kepemimpinan Gereja, Penuh Roh Kudus, Buah Roh, Kepemimpinan Transformatif.