Meriyana Meriyana
Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari William Seymour ke Misi Global: Warisan Pentakostal bagi Praktik Amanat Agung Efri Mariana Luis; Jonathan Patrick Lumban Tobing; Meriyana Meriyana
Davar : Jurnal Teologi Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v7i1.261

Abstract

Abstract This study addresses a gap between historical studies of the Azusa Street revival and analyses of contemporary Pentecostal mission practice, which are often treated separately, leaving the conceptual relationship between early Pentecostal pneumatology and the global practice of the Great Commission insufficiently articulated. This study aims to examine the historical and theological continuity between William Seymour’s pneumatological vision and mission practice within global Pentecostalism. Employing a qualitative approach with a historical-theological design, the study analyzes primary sources from the early Pentecostal revival alongside contemporary literature on mission theology and pneumatology, interpreted through a hermeneutical framework within the perspective of missio Dei. The findings indicate that the outpouring of the Holy Spirit in early Pentecostalism was understood as a commissioning event that shaped the church as a participatory and cross-cultural missionary community, functioning as an operative principle in evangelistic patterns, lay mobilization, and social engagement. These findings suggest a conceptual continuity between Seymour’s pneumatology and the contemporary practice of the Great Commission in global contexts, albeit expressed in dynamic and contextual forms. Therefore, Pentecostal pneumatology may be understood as a significant theological framework for interpreting the transformation of contemporary mission paradigms.   Keywords: William Seymour; Azusa Street Revival; Pentecostal Pneumatology; Great Commission; Global Mission   Abstrak Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara kajian historis kebangunan Azusa Street dan analisis praksis misi Pentakostal kontemporer yang umumnya diperlakukan terpisah, sehingga hubungan konseptual antara pneumatologi awal dan praktik Amanat Agung global belum dijelaskan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesinambungan historis dan teologis antara visi pneumatologis William Seymour dan praktik misi dalam Pentakostalisme global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain historis-teologis melalui analisis terhadap sumber primer kebangunan awal serta literatur teologi misi dan pneumatologi kontemporer, yang diolah dengan kerangka hermeneutis dalam perspektif missio Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencurahan Roh Kudus dalam tradisi Pentakostal awal dipahami sebagai peristiwa pengutusan yang membentuk gereja sebagai komunitas misioner partisipatif dan lintas budaya, serta berfungsi sebagai prinsip operatif dalam pola penginjilan, mobilisasi umat, dan keterlibatan sosial. Temuan ini mengindikasikan adanya kesinambungan konseptual antara pneumatologi Seymour dan praktik Amanat Agung dalam konteks global, meskipun diekspresikan dalam bentuk yang kontekstual dan dinamis. Oleh karena itu, pneumatologi Pentakostal dapat dipahami sebagai salah satu kerangka teologis penting dalam menjelaskan transformasi paradigma misi gereja kontemporer.   Kata Kunci: William Seymour; Azusa Street Revival; Pneumatologi Pentakostal; Amanat Agung; Misi Global
Meditasi Kristiani: Solusi Pemulihan Mental health dan Peningkatan Spiritualitas Generasi Z di Era Digital Debora Aprilia; Hikman Sirait; Meriyana Meriyana
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.377

Abstract

This research discusses Christian meditation as a solution for Gen Z's mental health and spirituality enhancement in the digital age. In Christian circles, meditation is often viewed negatively as it is thought to be associated with mystical practices or New Age groups. However, Christian meditation, which has its roots in Jewish tradition, aims to establish communication with God through contemplation of the Bible. Gen Z, who are prone to mental disorders and spiritual crises, face challenges in the digital age. This study aims to reveal how Christian meditation can help improve their mental health and deepen their spirituality. The method used is a qualitative approach with literature analysis and case studies related to Christian meditation, mental health, and the development of Gen Z's spirituality. It can be concluded that digital technology has a significant impact on Gen Z's mental health, including increased anxiety, stress, and decreased quality of life. In the face of such pressures, Christian meditation, offers a spiritual solution that fosters inner peace and a deeper connection with God. Therefore, churches and Christian communities need to integrate Christian meditation as a means of mental recovery and strengthening Gen Z's spirituality in the digital age.AbstrakGenerasi Z menghadapi tantangan serius dalam kesehatan mental dan spiritualitas di era digital, termasuk meningkatnya kecemasan, stres, dan krisis identitas rohani. Di sisi lain, meditasi Kristiani sering dipandang negatif karena dianggap berkaitan dengan praktik mistis atau gerakan New Age. Padahal, meditasi Kristiani berakar dari tradisi Yahudi dan bertujuan membangun relasi dengan Allah melalui perenungan Kitab Suci.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus terkait meditasi Kristen, kesehatan mental, serta perkembangan spiritualitas Gen Z. Maka dapat disimpulkan bahwa teknologi digital memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental Gen Z, termasuk meningkatnya kecemasan, stres, dan penurunan kualitas hidup. Dalam menghadapi tekanan tersebut, meditasi Kristen,  menawarkan solusi rohani yang menumbuhkan kedamaian batin dan hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Oleh karena itu, gereja dan komunitas Kristen perlu mengintegrasikan meditasi Kristiani sebagai sarana pemulihan mental dan penguatan spiritualitas Gen Z di era digital.