Ida Ayu Trisnawati
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tipologi Visual Batik Betawi : Analisis Negosiasi Artistik Sanggar Batik Betawi Terogong dan Gandaria Jakarta Damar rangga putra; Ida Ayu Trisnawati; I Ketut Sida Arsa; Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi
Kartala Virtual Studies Vol 5 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/kvs.v5i2.348

Abstract

This research aims to analyze the transformation of Batik Betawi visual motifs as a response to Jakarta provincial government policies and urban market dynamics. Utilizing Pierre Bourdieu's social practice theory, this study examines how artisans at Sanggar Terogong and Gandaria navigate artistic negotiations between official government iconography and local collective memory. The research employs a qualitative method through field observations and in-depth interviews. The findings reveal a visual polarization: on one hand, artisans produce popular iconic motifs such as Monas and Ondel-ondel to meet policy legitimacy standards (symbolic capital); on the other hand, they conserve agrarian memories through endemic floral motifs like Mengkudu and Salak Condet as a form of symbolic resistance. The study concludes that the contemporary visual identity of Batik Betawi is the result of a dialectic between top-down policy interventions and bottom-up artisan habitus.
Api Takep Sebuah Karya Tari Yang Berangkat Dari Ritual Siat Api Di Desa Lodtunduh Ubud Gianyar I Komang Nova Teguh Mahendra; Ida Ayu Trisnawati; I Wayan Sutirtha
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 6 No 1 (2026): Jurnal IGEL: Journal Of Dance
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v6i1.6547

Abstract

Karya tari Api Takep merupakan karya penciptaan yang terinspirasi dari ritual Siat Api di Desa Lodtunduh, Ubud, Gianyar. Ritual ini mengandung nilai keberanian, kebersamaan, dan energi kolektif masyarakat yang kemudian ditafsirkan ulang ke dalam bentuk karya tari. Penciptaan Api Takep tidak bermaksud merekonstruksi ritual secara langsung, melainkan mengolah makna, simbol, dan pengalaman tubuh masyarakat ke dalam bahasa koreografi. Proses penciptaan karya ini menggunakan metode Panca Sthiti Ngawi Sani yang meliputi tahap ngawirasa, ngawacak, ngarencana, ngawangun, dan ngebah. Gerak tari dikembangkan melalui eksplorasi laku masyarakat dalam Siat Api, seperti mengayun, menyapu, dan melempar sabut kelapa. Karya ini dibawakan oleh tujuh penari putra dengan penggunaan properti sabut kelapa sebagai elemen simbolik utama, serta disusun dalam empat bagian dengan durasi kurang lebih 12 menit. Melalui Api Takep, diharapkan tercipta dialog antara tradisi ritual dan penciptaan tari kontemporer, serta kontribusi terhadap pengembangan seni pertunjukan Bali berbasis nilai budaya. Kata kunci: Api Takep, Siat Api, penciptaan tari