Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMK WIRA KESUMA JAYA Satria Luthfi Maulana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 32 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v32i1.72187

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menilai dampak keterampilan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana keterampilan berkontribusi pada kinerja pegawai dan bagaimana disiplin kerja mempengaruhi kinerja perwakilan. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh tenaga kerja di SMK Wira Kesuma Jaya, dan seluruh anggota populasi dijadikan sampel sebagai responden. Data dikumpulkan melalui metode survey, metode analisis yang diterapkan adalah analisis kuantitaitf menggunakan investigasi relaps langsung diferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan dan disiplin kerja secara simultan mempengaruhi perwakilan sementara. Keterampilan memiliki dampak yang lebih besar atau lebih kecil pada pekerja yang tidak bertahan lama. Disiplin kerja juga memiliki dampak yang lebih besar atau lebih kecil pada kinerja pegawai di SMK Wira Kesuma Jaya. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan.
Implementasi Analisis SWOT Dalam Perencaan Peningkatan Mutu Tenaga Pendidikan (Studi Kasus di Man 3 Medan) Satria Luthfi Maulana; Daniel Napitupulu; Osman Manalu
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8828

Abstract

Penelitian ini menerapkan Analisis SWOT dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga pengajar di Man 3 Medan. Isu utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan analisis SWOT dapat dilakukan dalam perencanaan peningkatan kualitas tenaga pengajar di Man 3 Medan. Penelitian ini juga menyelidiki faktor-faktor yang mendukung serta menghalangi penerapan analisis SWOT dalam rencana peningkatan mutu tenaga pengajar di Man 3 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berlandaskan fenomena, gejala, serta peristiwa yang dapat diamati dan berfokus pada konteks alami secara menyeluruh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana penerapan Analisis SWOT dalam perencanaan peningkatan kualitas tenaga pengajar di Man 3 Medan. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa penerapan analisis SWOT untuk meningkatkan mutu tenaga pengajar di Man 3 Medan telah dilakukan dengan cukup baik, meskipun belum sepenuhnya optimal karena masih ada beberapa faktor yang menjadi penghambat. Beberapa guru atau tenaga pengajar masih mengajar di bidang yang tidak sesuai dengan jurusannya, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Ada juga tenaga pengajar yang melakukan tindakan yang seharusnya dihindari dalam menjalankan tugas, seperti kurangnya persiapan dan sikap profesionalisme yang rendah, serta beberapa tenaga pengajar belum menunjukkan disiplin yang memadai. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa Man 3 Medan telah menerapkan analisis SWOT dalam perencanaan peningkatan mutu tenaga pengajar dan telah menyusun program tahunan yang dapat meningkatkan kualitas tenaga pengajar sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Strategi Manajemen Pembelajaran Berbasis Teknologi terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Bisnis Digital Daniel Naitupulu; Osman Manalu; Satria Luthfi Maulana; Kristin M. Pardede; Jelita Ananda Putri br. Manjorang
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Januari 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v8i1.7990

Abstract

Latar belakang: Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya pada program studi Bisnis Digital yang dituntut mampu menghasilkan lulusan siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa Bisnis Digital. Fokus kajian meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran digital, serta pengaruhnya terhadap pengembangan kompetensi digital, soft skills, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industry. Metode penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa program studi Bisnis Digital di perguruan tinggi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur aspek manajemen pembelajaran berbasis teknologi, penggunaan platform digital (LMS, aplikasi kolaborasi, dan media interaktif), serta indikator kesiapan kerja mahasiswa seperti kemampuan problem solving, literasi digital, komunikasi, dan adaptasi terhadap teknologi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik inferensial untuk melihat hubungan dan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen pembelajaran berbasis teknologi berada pada kategori baik dan berpengaruh positif serta signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Pengelolaan pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), media interaktif, dan tugas berbasis proyek digital terbukti meningkatkan kompetensi digital dan adaptasi mahasiswa terhadap kebutuhan industri. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pengelolaan pembelajaran digital dengan kesiapan kerja mahasiswa, terutama pada aspek literasi digital, kolaborasi daring, dan kemampuan komunikasi profesional. Kesimpulan: penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pembelajaran berbasis teknologi merupakan faktor strategis dalam membentuk kesiapan kerja mahasiswa Bisnis Digital. Implementasi pembelajaran yang terstruktur, berbasis teknologi, dan selaras dengan kebutuhan industri mampu meningkatkan daya saing lulusan serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap transformasi digital.
Manajemen Implementasi Panel Interaktif Digital Sebagai Strategi Pemerataan Pembelajaran Di Smp Methodist Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang Osman Manalu; Daniel Napitupulu; Satria Luthfi Maulana; Kristin M. Pardede; Jelita Ananda Putri br. Manjorang
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Januari 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v8i1.7997

Abstract

Latar belakang: Pemerataan pembelajaran masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran di tingkat sekolah menengah pertama. Perbedaan akses, kemampuan guru, dan pemanfaatan media digital menyebabkan kualitas pembelajaran belum merata. Panel interaktif digital hadir sebagai salah satu solusi untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai manajemen implementasi panel interaktif digital sebagai strategi pemerataan pembelajaran di SMP Methodist Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan pihak sekolah, serta dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa yang terlibat langsung dalam penggunaan panel interaktif digital. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi panel interaktif digital mampu meningkatkan kualitas dan pemerataan pembelajaran. Guru memanfaatkan panel interaktif digital untuk menyajikan materi, menampilkan konten audiovisual, mengintegrasikan aplikasi pembelajaran interaktif, serta melaksanakan evaluasi pembelajaran secara langsung. Penggunaan media ini mendorong partisipasi aktif siswa, mempermudah pemahaman materi, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat kolaborasi antar siswa dalam proses pembelajaran, Kesimpulan: Manajemen implementasi panel interaktif digital berperan penting dalam mendukung pemerataan pembelajaran. Keberhasilan penerapan teknologi ini memerlukan perencanaan yang matang, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, serta dukungan sarana dan prasarana teknologi yang memadai agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.