Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psychological Capital dan Job Performance pada Karyawan: A Systematic Literature Review Aneuke Yu’dzia Mirzalline; Agung Wicaksono; Arbi Alfarisi; Billy Martasandy; Faza Ardini; Fitria Rahayu
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1326

Abstract

Perubahan lingkungan kerja yang semakin dinamis menuntut organisasi untuk memperhatikan tidak hanya kompetensi teknis karyawan, tetapi juga sumber daya psikologis yang mendukung individu dalam menghadapi tuntutan pekerjaan dan mencapai target organisasi. Salah satu konsep penting dalam Psikologi Industri dan Organisasi adalah Psychological Capital (PsyCap), yaitu kondisi psikologis positif yang terdiri atas self-efficacy, hope, resilience, dan optimism (HERO). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Psychological Capital dengan Job Performance pada karyawan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur yang relevan mengenai Psychological Capital, Job Performance, Employee Performance, Employee Engagement, Job Satisfaction, dan Psychological Well-Being. Hasil sintesis menunjukkan kecenderungan hubungan positif antara Psychological Capital dan Job Performance. Karyawan dengan PsyCap yang lebih tinggi cenderung memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri, orientasi tujuan, ketahanan menghadapi kesulitan, serta ekspektasi positif terhadap masa depan yang mendukung motivasi, persistensi, adaptabilitas, keterlibatan kerja, dan pencapaian tujuan. Hubungan tersebut juga berpotensi dimediasi oleh Employee Engagement, Job Satisfaction, dan Psychological Well-Being serta dipengaruhi oleh supportive leadership, organizational support, psychological safety, dan karakteristik pekerjaan. Kajian mengidentifikasi kesenjangan penelitian berupa dominasi desain cross-sectional, variasi pengukuran kinerja, keterbatasan studi longitudinal dan konteks budaya, serta perlunya pengujian mekanisme mediasi dan moderasi. Secara praktis, PsyCap dapat dikembangkan melalui pelatihan, coaching, mentoring, goal setting, feedback, career development, dan lingkungan kerja yang suportif.
Psychological Capital dan Job Performance pada Karyawan: A Systematic Literature Review Aneuke Yu’dzia Mirzalline; Agung Wicaksono; Arbi Alfarisi; Billy Martasandy; Faza Ardini; Fitria Rahayu
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i5.1326

Abstract

Perubahan lingkungan kerja yang semakin dinamis menuntut organisasi untuk memperhatikan tidak hanya kompetensi teknis karyawan, tetapi juga sumber daya psikologis yang mendukung individu dalam menghadapi tuntutan pekerjaan dan mencapai target organisasi. Salah satu konsep penting dalam Psikologi Industri dan Organisasi adalah Psychological Capital (PsyCap), yaitu kondisi psikologis positif yang terdiri atas self-efficacy, hope, resilience, dan optimism (HERO). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Psychological Capital dengan Job Performance pada karyawan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur yang relevan mengenai Psychological Capital, Job Performance, Employee Performance, Employee Engagement, Job Satisfaction, dan Psychological Well-Being. Hasil sintesis menunjukkan kecenderungan hubungan positif antara Psychological Capital dan Job Performance. Karyawan dengan PsyCap yang lebih tinggi cenderung memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri, orientasi tujuan, ketahanan menghadapi kesulitan, serta ekspektasi positif terhadap masa depan yang mendukung motivasi, persistensi, adaptabilitas, keterlibatan kerja, dan pencapaian tujuan. Hubungan tersebut juga berpotensi dimediasi oleh Employee Engagement, Job Satisfaction, dan Psychological Well-Being serta dipengaruhi oleh supportive leadership, organizational support, psychological safety, dan karakteristik pekerjaan. Kajian mengidentifikasi kesenjangan penelitian berupa dominasi desain cross-sectional, variasi pengukuran kinerja, keterbatasan studi longitudinal dan konteks budaya, serta perlunya pengujian mekanisme mediasi dan moderasi. Secara praktis, PsyCap dapat dikembangkan melalui pelatihan, coaching, mentoring, goal setting, feedback, career development, dan lingkungan kerja yang suportif.