ANTHOR: Education and Learning Journal
Vol 5 No 5 (2026): Anthor 2026

Psychological Capital dan Job Performance pada Karyawan: A Systematic Literature Review

Aneuke Yu’dzia Mirzalline (Universitas Paramadina, Indonesia)
Agung Wicaksono (Universitas Paramadina, Indonesia)
Arbi Alfarisi (Universitas Paramadina, Indonesia)
Billy Martasandy (Universitas Paramadina, Indonesia)
Faza Ardini (Universitas Paramadina, Indonesia)
Fitria Rahayu (Universitas Paramadina, Indonesia)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2026

Abstract

Perubahan lingkungan kerja yang semakin dinamis menuntut organisasi untuk memperhatikan tidak hanya kompetensi teknis karyawan, tetapi juga sumber daya psikologis yang mendukung individu dalam menghadapi tuntutan pekerjaan dan mencapai target organisasi. Salah satu konsep penting dalam Psikologi Industri dan Organisasi adalah Psychological Capital (PsyCap), yaitu kondisi psikologis positif yang terdiri atas self-efficacy, hope, resilience, dan optimism (HERO). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Psychological Capital dengan Job Performance pada karyawan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur yang relevan mengenai Psychological Capital, Job Performance, Employee Performance, Employee Engagement, Job Satisfaction, dan Psychological Well-Being. Hasil sintesis menunjukkan kecenderungan hubungan positif antara Psychological Capital dan Job Performance. Karyawan dengan PsyCap yang lebih tinggi cenderung memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri, orientasi tujuan, ketahanan menghadapi kesulitan, serta ekspektasi positif terhadap masa depan yang mendukung motivasi, persistensi, adaptabilitas, keterlibatan kerja, dan pencapaian tujuan. Hubungan tersebut juga berpotensi dimediasi oleh Employee Engagement, Job Satisfaction, dan Psychological Well-Being serta dipengaruhi oleh supportive leadership, organizational support, psychological safety, dan karakteristik pekerjaan. Kajian mengidentifikasi kesenjangan penelitian berupa dominasi desain cross-sectional, variasi pengukuran kinerja, keterbatasan studi longitudinal dan konteks budaya, serta perlunya pengujian mekanisme mediasi dan moderasi. Secara praktis, PsyCap dapat dikembangkan melalui pelatihan, coaching, mentoring, goal setting, feedback, career development, dan lingkungan kerja yang suportif.

Copyrights © 2026