Mohammad Imam Gusthomi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Implementasi General Anti-Avoidance Rule dalam Sistem Hukum Pajak Indonesia Pasca-UU HPP Naiya Aulia; Mohammad Imam Gusthomi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan General Anti-Avoidance Rule (GAAR) melalui Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dimaksudkan untuk menutup celah yang tidak tertangani oleh Specific Anti-Avoidance Rules (SAAR). Artikel ini mengkaji efektivitas implementasi GAAR setelah berlakunya UU HPP, mengidentifikasi hambatan utama pelaksanaannya, serta merumuskan arah penyempurnaan kebijakan. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan analisis doktrinal terhadap ketentuan Pasal 18 UU HPP, studi putusan Pengadilan Pajak yang relevan, dan perbandingan singkat dengan praktik internasional. Temuan utama menunjukkan bahwa GAAR menambah instrumen hukum yang penting, namun efektivitasnya masih terbatas oleh: (1) ketiadaan pedoman teknis operasional; (2) inkonsistensi interpretasi prinsip substance over form dan business purpose test di peradilan; serta (3) keterbatasan kapasitas analitis otoritas pajak dalam menghadapi skema penghindaran modern. Untuk itu direkomendasikan penerbitan pedoman implementasi GAAR oleh otoritas fiskal, harmonisasi interpretasi melalui putusan/dukungan yudisial, dan penguatan kapasitas SDM serta sumber daya analitis. Rekomendasi ini diarahkan untuk meningkatkan kepastian hukum dan efektivitas GAAR sebagai safety net sistem perpajakan Indonesia.
KERANGKA REGULASI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PRASARANA TRANSPORTASI BERBASIS COMPREHENSIVE TRANSPORT DEMAND MANAGEMENT (CTDM) DALAM PERSPEKTIF WELFARE STATE Lubas Adam Istawi; Mohammad Imam Gusthomi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat kemacetan lalu lintas di Indonesia merupakan persoalan struktural yang tidak terlepas dari dominasi penggunaan kendaraan pribadi serta rendahnya kualitas, aksesibilitas, dan daya tarik layanan transportasi umum. Kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya penyelenggaraan pelayanan publik di sektor transportasi, khususnya dalam penerapan prinsip good governance dan pemenuhan tanggung jawab negara sebagaimana konsep welfare state. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan hukum pengembangan teknologi prasarana transportasi serta merumuskan kerangka regulasi pengembangan teknologi prasarana transportasi berbasis Comprehensive Transport Demand Management (CTDM) dalam perspektif welfare state. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah terdapat dasar hukum terkait pelayanan publik dan lalu lintas, pengaturan mengenai integrasi teknologi prasarana transportasi berbasis CTDM belum diatur secara komprehensif dan operasional. Penerapan instrumen teknologi seperti Electronic Road Pricing (ERP) dapat menjadi bagian dari strategi CTDM untuk mengendalikan permintaan lalu lintas, meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik, serta mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Oleh karena itu, diperlukan kerangka regulasi yang mampu mengintegrasikan pengembangan teknologi prasarana transportasi dengan prinsip welfare state guna menjamin pelayanan publik transportasi yang adil, efisien, dan berkelanjutan.