Irda Sabrina
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PERASAAN TIDAK BERHARGA DENGAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA SISWA DI SMP Irda Sabrina; Muhammad Andri Setiawan; Eklys Cheseda Makaria
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11735

Abstract

This study was motivated by the increasing use of social media among adolescents, which has contributed to the emergence of cyberbullying behavior. One psychological factor presumed to be associated with such behavior is feelings of worthlessness, defined as an individual’s negative evaluation of themselves. This study aimed to examine the relationship between feelings of worthlessness and cyberbullying behavior among students at SMP Negeri 9 Banjarmasin. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 141 eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using the Feelings of Worthlessness Scale and the Cyberbullying Behavior Scale in a Likert-type format. The data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test with the assistance of SPSS version 27.0. The findings revealed a positive and significant relationship between feelings of worthlessness and cyberbullying behavior. Students who experienced stronger feelings of worthlessness tended to demonstrate a greater tendency to engage in cyberbullying. These findings indicate that efforts to address cyberbullying should not focus solely on observable behavior but should also consider students’ psychological conditions, particularly their perceptions of self-worth. Schools and guidance and counseling teachers should develop services that help students build positive self-worth, regulate their emotions, and use social media in a healthy and responsible manner. Future studies are encouraged to examine other factors associated with cyberbullying behavior, including self-control, emotion regulation, empathy, social support, and parenting styles. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang turut memunculkan perilaku cyberbullying. Salah satu faktor psikologis yang diduga berkaitan dengan perilaku tersebut adalah perasaan tidak berharga, yaitu penilaian negatif individu terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perasaan tidak berharga dan perilaku cyberbullying pada siswa SMP Negeri 9 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 141 siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perasaan tidak berharga dan skala perilaku cyberbullying dengan format skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara perasaan tidak berharga dan perilaku cyberbullying pada siswa. Semakin tinggi perasaan tidak berharga yang dialami siswa, semakin tinggi pula kecenderungannya untuk melakukan cyberbullying. Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan cyberbullying tidak cukup hanya berfokus pada perilaku yang tampak, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis siswa, khususnya penilaian terhadap keberhargaan dirinya. Sekolah dan guru Bimbingan dan Konseling perlu mengembangkan layanan yang membantu siswa membangun penghargaan diri, mengelola emosi, dan menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang berkaitan dengan perilaku cyberbullying, seperti kontrol diri, regulasi emosi, empati, dukungan sosial, dan pola asuh keluarga.