Tanjila Samsudin
Program Studi Bimbingan Konseling, FKIP Universitas Pattimura, Ambon Maluku

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMA: STUDI KOMPARATIF BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI KOTA AMBON Criezta Korlefura; Elisa Wati Hutagalung; Mirati Alkatiri; Tanjila Samsudin
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11755

Abstract

Emotional intelligence is a crucial aspect of student development that plays a significant role in managing emotions, building social relationships, and coping with academic and social pressures. However, in practice, various issues indicate that students’ emotional competencies are not yet optimal, such as difficulties in emotional regulation, low empathy, and limited learning motivation. In addition, previous studies on gender differences in emotional intelligence have produced inconsistent findings. Therefore, this study aims to analyze the differences in emotional intelligence among senior high school students based on gender in Ambon. This research employed a quantitative approach with a comparative descriptive design. The sample consisted of 320 students selected through cluster random sampling. Data were collected using an emotional intelligence questionnaire developed based on the aspects of self-awareness, emotional regulation, self-motivation, empathy, and social skills. Data analysis was conducted through prerequisite tests, including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using an independent sample t-test. The results revealed a significant difference in emotional intelligence between male and female students, with a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.003 < 0.05. These findings indicate that gender is associated with variations in students’ emotional abilities. In conclusion, students’ emotional intelligence is influenced not only by individual factors but also by social dynamics and adolescent developmental processes. The findings provide important implications for the development of more responsive and context-based guidance and counseling services in schools ABSTRAK Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan siswa yang berperan dalam kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan sosial, serta menghadapi tekanan akademik dan sosial. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai permasalahan yang menunjukkan rendahnya kemampuan emosional siswa, seperti kesulitan mengendalikan emosi, kurangnya empati, serta rendahnya motivasi belajar. Selain itu, hasil penelitian sebelumnya terkait perbedaan kecerdasan emosional berdasarkan jenis kelamin masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kecerdasan emosional siswa SMA berdasarkan jenis kelamin di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif. Sampel penelitian berjumlah 320 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kecerdasan emosional yang disusun berdasarkan aspek kesadaran diri, pengelolaan emosi, motivasi diri, empati, dan keterampilan sosial. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat berupa uji normalitas dan homogenitas, serta pengujian hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kecerdasan emosional antara siswa laki-laki dan perempuan, dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin memiliki keterkaitan dengan variasi kemampuan emosional siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional siswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh dinamika sosial dan perkembangan remaja. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah yang lebih responsif terhadap perbedaan karakteristik siswa.