Edward Harefa
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Aturan dan Prosedur Kelas dalam Menumbuhkan Kedisiplinan Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila: Studi Kasus di Kelas IV SDN 071001 Fadoro Tanose’o Mestika Kristiani Telaumbanua; Delipiter Lase; Eka Periaman Zai; Edward Harefa
Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/tuhenori.v4i2.211

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penerapan aturan dan prosedur kelas serta keterkaitannya dengan kedisiplinan peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SDN 071001 Fadoro Tanose’o, Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan studi kasus tunggal berbatas dengan informan kepala sekolah, guru kelas IV, dan enam peserta didik yang dipilih secara purposive. Data utama diperoleh melalui tiga observasi nonpartisipatif pada 16, 20, dan 30 Januari 2026, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dikondensasi, dikode, dikelompokkan, dan dibandingkan antar-sumber serta antarteknik; interpretasi kemudian dikonfirmasi melalui member checking kepada guru dan kepala sekolah. Hasil menunjukkan bahwa aturan kelas yang berlandaskan tata tertib sekolah disampaikan kembali secara lisan oleh guru serta didukung tata tertib tertulis dan poster. Prosedur bertanya, berbicara bergiliran, mengumpulkan tugas, dan transisi kegiatan telah dicontohkan dan dilatihkan, tetapi masih memerlukan pengingat pada beberapa situasi. Kepatuhan terhadap instruksi dan ketertiban interaksi tampak lebih stabil daripada ketepatan waktu dan perilaku fokus pada tugas. Hambatan yang dilaporkan meliputi variasi kesiapan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan penguatan guru yang belum konsisten; dukungan berasal dari sekolah, media visual, teman sebaya, dan orang tua. Perbaikan diarahkan pada pengajaran eksplisit, visualisasi prosedur, penguatan positif yang spesifik, pemantauan sederhana, dan kolaborasi sekolah-keluarga. Temuan bersifat kontekstual dan tidak membuktikan hubungan kausal.