Dalam kegiatan belajar mengajar IPS di Indonesia masih dikategorikan di dominasi dengan pembelajaran bersifat monoligs dan berfokus pada penyampaian konsep secara deskriptif semata. Hal ini menandakan adanya kemiripan konsep pendidikan gaya bank yang dikriitk oleh Paulo Freire, peserta didik diposisikan sebagai penerima pengetahuan secara pasif yang menjadikan ruang dialog kritis terhadap pengetahuan yang dibagikan terbatas. Kondisi ini memiliki potensi menghambat pengembangan kesadaran sosial dan kemampuan berpikir kritis khususnya pada pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran IPS melalui presepektif pedagogik dialog serta merumuskan model konseptual pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepusatakaan. Langkah penelitian dengan beberapa tahap diantaranya (1) pengumpulan bahan pustaka; (2) membaca dan mencatat; (3) mengeloh data seperti menyeleksi dan mengklasifikasi; dan (4) analisis dan penarikan simpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa pedagogik dialogis untuk pembelajaran IPS dapat diwujudkan melalui proses dengan diawali realitias sosial, problematisasi terkait kondisi sosial, penggunaan materi IPS sebagai alat analitis kritis, dan refleksi praksis terhadap realitas sosial. Transformasi menempatkan peserta didik hadir bukan sekedar penerima materi, tapi sebagai subjek aktif. Maka dari itu, pembelajaran IPS tidak terbatas pada penguasaaan konsep secara kritis. Temuan ini mengartikan jika pedagogi dialogis dapat dijadkan pendekatan konseptual yang relevan untuk merubah pembelajaran IPS dari konsep menjadi reflektif, kritis, dan kontekstual.