Anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Rendahnya pengetahuan mengenai anemia dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko anemia pada remaja putri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia defisiensi besi melalui sosialisasi kesehatan di SMAN 1 Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Kegiatan melibatkan 45 siswi kelas X dan XI dengan metode deskriptif-eksplanatif yang meliputi tahap pengumpulan data, perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, dan evaluasi melalui pretest serta posttest. Materi yang diberikan mencakup pengertian anemia, penyebab, gejala, dampak, pencegahan, serta pentingnya konsumsi TTD. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi audiovisual, leaflet edukatif, dan diskusi interaktif. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p value sebesar 0,024 (<0,05) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang terlihat dari hasil posttest lebih tinggi dibandingkan pretest serta tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pencegahan anemia defisiensi besi sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan melalui kerja sama sekolah dan tenaga kesehatan.