Djono Muin
Institut Agama Islam As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Politik Masyarakat di Desa Madapolo Timur Dalam Pemilihan Kepala Desa Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2022 Djono Muin; Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 1 No 2 (2022): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membincang perilaku dan budaya politik sangat erat kaitannya dengan sejarah. Perilaku dan budaya politik tersebut secara historis tentu terbentuk atas dasar adanya konsepsi yang dinamis akibat munculnya tujuan- tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam sebuah kelompok yang memiliki sisi keunikan tersendiri. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. “Metodologi adalah proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan untuk mendekati problem dan mencari jawaban. Perkembangan sistem politik dan demokrasi khususnya didaerah pedesaan dalam hal ini di Desa Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2022 menunjukan bahwa partisipasi politik masyarakat dalam menyongsong pesta demokrasi pada pemilihan kepala desa cukup signifikan yang dilihat dari bentuk sikap dan perilaku politik untuk memberikan dukungan kepada setiap calon kepala desa di Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara sampai pada tingkat pencoblosan. Dari pokok bahasan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku politik masyarakat pada pemilihan kepala desa Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara masih terdapat distorsi terhadap nilia - nilai demokrasi sehingga terjadi perbedaan - perbedaan pandangan dan pendapat masih dianggap sebagai problem dalam berdemokrasi dan bisa menggangu terhadap ketertiban sosial, politik dan agama, Untuk itu seorang pemimpin agar mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat demi menciptakan persatuan dan kesatuan untuk kepentingan masyarakat pada umunya. Dari urian dan fenomena diatas agar tercipta suasana pemilihan kepala desa di Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara kedepan yang lebih baik, maka diharapkan seluruh elemen baik penyelenggara, calon, tim sukses dan pendukung agar menjunjung tinggi nilai - nilai demokrasi, menjunjung tinggi budaya dan kesepakatan nilai - nilai leluhur dan menghindari dari intervensi penguasa yang didaerah.
PENERAPAN PANCASILA MELALUI SIKAP TOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM AS-SIDDIQ KIE RAHA MALUKU UTARA Djono Muin
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 4 No 1 (2025): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila, sebagai ideologi dasar negara Indonesia, memiliki makna yang dalam dan luas, yang tersusun dari dua kata dalam bahasa Sansekerta: "Panca" yang berarti lima dan "Sila" yang berarti asas atau prinsip. Lima sila yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan moral dan etika bangsa Indonesia, mengarahkan sikap dan perilaku seluruh rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain dijadikan pedoman hukum, Pancasila juga berfungsi sebagai panduan untuk membangun kerukunan, toleransi, dan keadilan di tengah keragaman budaya, agama, dan etnis di Indonesia. Oleh karena itu, Institut Agama Islam As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara sebagai kampus dalam menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan antara toleransi sesama mahasiswa sudah dikembangkan dimana terjadi berbagai dinamika, tantangan dan persaingan Pendidikan di Maluku Utara sehingga upaya dan dukungan dalam pengembangan prospek sumber daya manusia terus ditingkatkan untuk melahirkan jenjang kualitas dan kompetensi secara profesional di berbagai sektor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menginvestigasi fenomena atau gejala yang bersifat alamih. Metode ini menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata, baik tertulis maupun lisan, mengenai pandangan dan perilaku yang dapat diamati dari individu atau kelompok tertentu. Untuk itu, Institut Agama Islam As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara merupakan Perguruan Tinggi Islam, yang mempunyai visi yaitu, menjadi Institut Agama Islam yang bermutu, mandiri, dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat Nasional dalam visi tersebut bahwa untuk meningkatkan mutu di Institut Agama Islam As-Siddiq Kie Raha Malu Utara dalam toleransi umat beragama dengan cara atau strategi yang dilaksanakan melalui integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kebijakan Institusi, Kurikulum dan kegiatan kemahasiswaan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa di Institut Agama Islam As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara menunjukkan sikap saling menghormati perbedaan agama dalam kehidupan sehari-hari di kampus.
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PERAN ELIT POLITIK DALAM PROSES PEMEKARAN KABUPATEN KEPULAUAN OBI Djono Muin; Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 4 No 2 (2025): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat adalah keseluruhan antara hubungan-hubungan antarmanusia. Robert M. McIver mengatakan: “Masyarakat adalah suatu sistem hubungan-hubungan yang ditata (Society means a system of ordered relations).”Biasanya anggota-anggota masyarakat menghuni suatu wilayah geograis yang mempunyai kebudayaan-kebudayaan dan lembaga -lembaga yang kira-kira sama. Elite politik adalah individu yang memiliki banyak kekuasaan politik dibandingkan dengan yang lain. Yang dimaksud kekuasaan adalah; kekuasaan sebagai kemampuan untuk memengaruhi orang lain, dan kekuasaan sebagai kemampuan untuk memengaruhi perbuatan keputusan kolektif. Mobilitas vertikal politik masyarakat Kepulauan Obi sangat dominan oleh kelompok kepentingan, seperti elit lokal, pengusaha, aktivitis, politisi, birokrat, aktivitis LSM dan media lokal dalam menyuarakan isu - isu perubahan politik dan pembangunan sehingga Kepulauan Obi menjadi salah satu sentral dalam otonomi daerah untuk proses pemekaran yang sesuai dengan regulasi, dari aspek luas wilayah secara administratif penduduk dari sisi studi kelayakan secara politik sangat memenuhi syarat. Menurut Sugiyono (2017) “Studi kepustakaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti, selain itu studi kepustakaan sangat penting dalam melakukan penelitian, hal ini dikarenakan penelitian tidak akan lepas dari literatur-literatur Ilmiah. Dari hasil pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa proses Pemekaran Kabupaten Kepulauan Obi merupakan dorongan atau upaya masyarakat dalam meningkatkan kualitas kebutuhan pelayanan terhadap masyarakat dan pemeratan infrastruktur pembangunan yang belum memadai dan rentan kendali birokrasi yang lebih pendek. Keinginan kolektif dari masyarakat memberikan legitimasi dasar bagi wacana pembentukan daerah otonom baru. Tanpa aspirasi dari akar rumput, inisatif pemekaran mungkin tidak muncul atau sulit dijustifikasi secara moral dan politis.