Juma Luange
Institut Agama Islam As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perilaku Politik Masyarakat di Desa Madapolo Timur Dalam Pemilihan Kepala Desa Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2022 Djono Muin; Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 1 No 2 (2022): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membincang perilaku dan budaya politik sangat erat kaitannya dengan sejarah. Perilaku dan budaya politik tersebut secara historis tentu terbentuk atas dasar adanya konsepsi yang dinamis akibat munculnya tujuan- tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam sebuah kelompok yang memiliki sisi keunikan tersendiri. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. “Metodologi adalah proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan untuk mendekati problem dan mencari jawaban. Perkembangan sistem politik dan demokrasi khususnya didaerah pedesaan dalam hal ini di Desa Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2022 menunjukan bahwa partisipasi politik masyarakat dalam menyongsong pesta demokrasi pada pemilihan kepala desa cukup signifikan yang dilihat dari bentuk sikap dan perilaku politik untuk memberikan dukungan kepada setiap calon kepala desa di Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara sampai pada tingkat pencoblosan. Dari pokok bahasan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku politik masyarakat pada pemilihan kepala desa Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara masih terdapat distorsi terhadap nilia - nilai demokrasi sehingga terjadi perbedaan - perbedaan pandangan dan pendapat masih dianggap sebagai problem dalam berdemokrasi dan bisa menggangu terhadap ketertiban sosial, politik dan agama, Untuk itu seorang pemimpin agar mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat demi menciptakan persatuan dan kesatuan untuk kepentingan masyarakat pada umunya. Dari urian dan fenomena diatas agar tercipta suasana pemilihan kepala desa di Madapolo Timur Kecamatan Obi Utara kedepan yang lebih baik, maka diharapkan seluruh elemen baik penyelenggara, calon, tim sukses dan pendukung agar menjunjung tinggi nilai - nilai demokrasi, menjunjung tinggi budaya dan kesepakatan nilai - nilai leluhur dan menghindari dari intervensi penguasa yang didaerah.
PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (BPKD) KOTA TERNATE Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 3 No 1 (2024): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/iqra.v3i1.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori, untuk menganalisis pengaruh antara variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia (X) dengan variabel Kinerja Pegawai (Y), dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi dengan metode analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Ternate, berdasarkan hasil uji t diperoleh thitung 2,377 > ttabel 1,992, uji Sig. 0,020 < probabilitas 0,05, dan hasil koefisien determinasi (R Square) menunjukkan bahwa total pengaruh variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai sebesar 6,3%. Pengaruh positif ini bermakna semakin meningkatnya Pengembangan Sumber Daya Manusia seorang pegawai maka akan berpengaruh terhadap peningkatan Kinerja Pegawai tersebut.
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI ORGANISASI PEMERINTAH Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 3 No 2 (2024): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja pegawai di organisasi pemerintah merupakan faktor strategis yang menentukan efektivitas pelayanan publik dan pencapaian tujuan institusi. Namun, berbagai tantangan birokrasi, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya etos kerja masih menjadi penghambat utama dalam optimalisasi kinerja aparatur negara. Salah satu faktor penting yang terbukti memiliki kontribusi signifikan terhadap produktivitas adalah motivasi kerja. Motivasi menjadi pendorong internal yang mampu menggerakkan individu untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan bertanggung jawab. Artikel ini membahas secara mendalam tentang bagaimana motivasi kerja memengaruhi peningkatan produktivitas pegawai di lingkungan organisasi pemerintah. Berbagai dimensi motivasi, baik intrinsik seperti rasa memiliki, kepuasan kerja, dan aktualisasi diri, maupun ekstrinsik seperti insentif, pengakuan, dan stabilitas kerja, memainkan peran penting dalam mendorong kinerja aparatur yang lebih berkualitas. Selain itu, peran atasan, sistem penghargaan, lingkungan kerja, serta kejelasan tujuan organisasi turut memperkuat atau melemahkan pengaruh motivasi terhadap produktivitas. Peningkatan motivasi yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dapat menciptakan budaya kerja yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil. Oleh karena itu, organisasi pemerintah perlu merancang strategi motivasi yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial pegawai. Temuan-temuan ini memberikan gambaran penting bagi pengambil kebijakan dan manajer publik dalam menyusun pendekatan manajemen kinerja yang lebih humanis dan berdampak langsung terhadap produktivitas organisasi.
STUDI TENTANG KEPEMIMPINAN BERBASIS NILAI DALAM MENCIPTAKAN BUDAYA INOVASI Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 2 No 2 (2023): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan berbasis nilai telah menjadi fondasi penting dalam upaya organisasi membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Dalam konteks perubahan lingkungan yang dinamis dan kompetitif, organisasi dituntut untuk tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif dalam menciptakan gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kepemimpinan yang dilandasi nilai-nilai seperti integritas, kepercayaan, kolaborasi, tanggung jawab, dan orientasi jangka panjang terbukti mampu membentuk iklim kerja yang mendukung lahirnya inovasi. Pemimpin yang menjunjung tinggi nilai-nilai organisasi tidak hanya memberikan arah strategis, tetapi juga menjadi teladan dalam menanamkan semangat eksplorasi, keberanian mengambil risiko, serta keterbukaan terhadap ide-ide baru. Penelitian ini menekankan bahwa budaya inovasi tidak tumbuh secara instan, melainkan melalui proses pembentukan nilai bersama yang konsisten, partisipatif, dan terintegrasi dalam sistem kerja sehari-hari. Dalam hal ini, kepemimpinan berbasis nilai memainkan peran penting sebagai katalisator dan pengarah, sekaligus penjaga komitmen terhadap misi inovatif organisasi. Penerapan nilai secara konsisten mendorong keterlibatan karyawan, memperkuat rasa memiliki, serta menumbuhkan kepercayaan dalam mengeksplorasi solusi di luar batas konvensional. Abstrak ini menekankan pentingnya pengembangan kualitas kepemimpinan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kuat secara etis dan visioner dalam menciptakan budaya inovasi yang adaptif dan berkelanjutan.
STUDI MENGENAI KEPEMIMPINAN VISIONER DALAM MENGUBAH BUDAYA ORGANISASI Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 4 No 1 (2025): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya organisasi merupakan fondasi yang menentukan arah, perilaku, dan identitas suatu institusi. Dalam era yang terus berubah, organisasi dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan, termasuk melakukan transformasi terhadap nilai dan kebiasaan yang sudah mapan. Namun, perubahan budaya organisasi bukanlah proses yang mudah. Ia membutuhkan figur kepemimpinan yang mampu menuntun arah perubahan secara konsisten dan penuh inspirasi. Kepemimpinan visioner memainkan peran strategis dalam menginisiasi dan mengarahkan perubahan budaya organisasi. Pemimpin visioner tidak hanya menciptakan gambaran masa depan yang jelas, tetapi juga mampu mengomunikasikan visi tersebut kepada seluruh anggota organisasi secara bermakna. Melalui keteladanan, penguatan nilai, dan komunikasi yang persuasif, pemimpin visioner mampu membentuk cara berpikir dan bertindak karyawan agar sejalan dengan nilai-nilai baru yang ingin dibangun. Hasil temuan menunjukkan bahwa perubahan budaya terjadi secara bertahap melalui proses internalisasi nilai-nilai yang disampaikan oleh pemimpin. Keberhasilan perubahan sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan karyawan terhadap pemimpinnya, serta seberapa jauh mereka merasa dilibatkan dalam proses perubahan tersebut. Ketika pemimpin mampu menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, mendukung inovasi, dan menghargai kontribusi individu, maka perubahan budaya menjadi lebih mudah diterima dan dijalankan secara kolektif. Dengan demikian, kepemimpinan visioner menjadi elemen kunci dalam membentuk budaya organisasi yang adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan tuntutan zaman. Organisasi yang mampu menanamkan kepemimpinan visioner di berbagai tingkat struktur memiliki peluang lebih besar untuk melakukan transformasi budaya secara berkelanjutan.
PERAN UMKM DALAM MENGGERAKKAN EKONOMI INDONESIA Juma Luange; Katarudin Tiakoly
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 4 No 2 (2025): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Indonesia karena jumlahnya yang dominan serta kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Di tengah dinamika perekonomian global dan tantangan pembangunan nasional, UMKM dipandang sebagai sektor yang relatif tangguh dan adaptif terhadap berbagai krisis ekonomi. Permasalahan yang dikaji dalam artikel ini adalah bagaimana peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui kajian terhadap literatur, data resmi, dan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan UMKM di Indonesia. Secara teoretis, UMKM berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat, sarana pemerataan pendapatan, serta instrumen pengurangan pengangguran dan kemiskinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ekonomi lokal. Pembahasan juga mengungkapkan bahwa peran UMKM tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun demikian, pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses permodalan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan teknologi, serta akses pasar yang belum optimal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa UMKM merupakan pilar utama penggerak ekonomi Indonesia, tetapi perannya belum sepenuhnya optimal tanpa dukungan kebijakan yang komprehensif. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan pemerintah melalui peningkatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi UMKM, serta penguatan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan guna meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DAN PERAN ELIT POLITIK DALAM PROSES PEMEKARAN KABUPATEN KEPULAUAN OBI Djono Muin; Juma Luange
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 4 No 2 (2025): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat adalah keseluruhan antara hubungan-hubungan antarmanusia. Robert M. McIver mengatakan: “Masyarakat adalah suatu sistem hubungan-hubungan yang ditata (Society means a system of ordered relations).”Biasanya anggota-anggota masyarakat menghuni suatu wilayah geograis yang mempunyai kebudayaan-kebudayaan dan lembaga -lembaga yang kira-kira sama. Elite politik adalah individu yang memiliki banyak kekuasaan politik dibandingkan dengan yang lain. Yang dimaksud kekuasaan adalah; kekuasaan sebagai kemampuan untuk memengaruhi orang lain, dan kekuasaan sebagai kemampuan untuk memengaruhi perbuatan keputusan kolektif. Mobilitas vertikal politik masyarakat Kepulauan Obi sangat dominan oleh kelompok kepentingan, seperti elit lokal, pengusaha, aktivitis, politisi, birokrat, aktivitis LSM dan media lokal dalam menyuarakan isu - isu perubahan politik dan pembangunan sehingga Kepulauan Obi menjadi salah satu sentral dalam otonomi daerah untuk proses pemekaran yang sesuai dengan regulasi, dari aspek luas wilayah secara administratif penduduk dari sisi studi kelayakan secara politik sangat memenuhi syarat. Menurut Sugiyono (2017) “Studi kepustakaan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti, selain itu studi kepustakaan sangat penting dalam melakukan penelitian, hal ini dikarenakan penelitian tidak akan lepas dari literatur-literatur Ilmiah. Dari hasil pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa proses Pemekaran Kabupaten Kepulauan Obi merupakan dorongan atau upaya masyarakat dalam meningkatkan kualitas kebutuhan pelayanan terhadap masyarakat dan pemeratan infrastruktur pembangunan yang belum memadai dan rentan kendali birokrasi yang lebih pendek. Keinginan kolektif dari masyarakat memberikan legitimasi dasar bagi wacana pembentukan daerah otonom baru. Tanpa aspirasi dari akar rumput, inisatif pemekaran mungkin tidak muncul atau sulit dijustifikasi secara moral dan politis.